Kemarau Panjang Jadi Berkah Petani Jagung

Nganjuk, koranmemo.com – Di tengah maraknya krisis air, ternyata musim kemarau juga membawa berkah tersendiri bagi para petani jagung. Kondisi tersebut membuat hasil panen kali ini bagus, sehingga mengalami kenaikan harga 2,5 persen bila dibanding musim sebelumnya.

Berkah musim kemarau salah satunya dialami petani jagung di Desa Pace, Nganjuk, yang kini mulai memasuki musim panen. Bila pada sebelumnya harga jagung pipil langsung dari petani hanya Rp 2.500 per kilogramnya, kini bisa mencapai Rp 3.700 per kilogram.

Ditengarai kenaikan harga lantaran sedikitnya petani yang menanam jagung. Sementara itu permintaan dari konsumen terus naik. Di samping itu, jagung hasil panen kali ini bagus dan juga melimpah.

Yasmo, salah satu petani jagung mengaku bangga dengan kenaikan harga jagung sekitar 2,5 persen. Menurutnya, kenaikan harga seperti ini karena belum masuk musim panen raya jagung, sehingga stoknya masih langka. Sedangkan permintaan konsumen masih tinggi. “Kali ini harga bisa mencapai Rp 3.700 per kilogramnya untuk jagung kering pipil,” ujarnya.

Yasmo memperkirakan harga jagung di pasaran akan kembali normal di angka Rp 3 ribu per kilogram saat memasuki panen raya jagung. “Panen raya nanti kemungkinan kembali normal di angka tiga ribuan rupiah per kilogram,” pungkasnya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date