Keluar Masuk Penjara, Spesialis Pembobol Konter di Trenggalek Dihadiahi Timah Panas

Trenggalek, koranmemo.com – Kiprah pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) asal Kabupaten Trenggalek harus kembali berakhir di ujung jeruji besi penjara. Pengap dan dinginnya di balik jeruji besi penjara rupanya tak membuat spesialis pembobol konter yang diketahui adalah Guntur Setiawan (28) kapok. Warga RT 36/RW 07 Dusun Crabak Desa Sumberbening Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek itu harus berurusan dengan polisi untuk ketiga kalinya.

Sebelumnya, Guntur Setiawan alias Wawan Gagap pernah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek pada tahun 2009 dan 2012. Dia harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Trenggalek karena kedapatan mencuri burung dan besi rongsok. “Pelaku adalah residivis, pernah menjalani hukuman pada tahun 2009 dan 2012 di Lapas Trenggalek,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S dalam pres rilis, Kamis (6/12).

Untuk ketiga kalinya, Wawan Gagap harus kembali berurusan dengan polisi. Sebab, dia diamankan Unit Reskrim Polsek Watulimo setelah menggasak konter milik Andin Setyoirawan (29). “Pencurian dengan pemberatan itu terjadi di konter Vertical Cell 2 di Ruko Tawang Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek pada Minggu (2/12). Selain di konter tersebut, pelaku juga mengambil rokok di dua toko lainnya,” jelasnya.

Mayoritas modus yang dilakukan pelaku sama, yakni masuk dalam konter maupun toko dengan cara mencongkel atapnya. Kemudian, dia merusak kunci yang ada di etalasenya. Kondisi ini terlihat berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan petugas. “Sebab selain di Trenggalek, hasil pengembangan rupanya pelaku juga pernah melakukan kejahatan serupa di wilayah Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung,” kata Didit.

Dalam penangkapan yang dilakukan tim opsnal Polsek Watulimo pada Selasa (4/12) di Jalan Raya Pantai Prigi, petugas terpaksa memberikan ‘hadiah’ timah panas kepada pelaku yang mencoba melakukan perlawanan dan melarikan diri saat diamankan petugas. “Pelaku mencoba melawan dan melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” kata Kapolres Trenggalek, sembari menyebut penangkapan dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB.

Dari tangan pelaku, petugas menyita sejumlah alat bukti berupa sembilan ponsel pintar berbagai merek yang belum sempat terjual. Sebab, empat ponsel lainnya sudah dijual oleh pelaku. Lagi-lagi kebutuhan ekonomi menjadi dalih pelaku nekat melakukan pencurian, sebab pelaku mengaku masih belum bekerja. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 5e KUHP Pidana dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date