Kedapatan Bawa Sabu, Warga Malaysia Diamankan di Bandara Juanda

Sidoarjo, koranmemo.com – Tergiur dengan upanv 3.000 Ringgit Malaysia (RMY), Wong Seng Ping,  warga Sarawak,  Malaysia terpaksa harus diamankan petugas gabungan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo. Pria 38 tahun tersebut tertangkap lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 2,84 kilogram yang disembunyikan di dalam kemasan makanan ringan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala KPPBC Juanda Budi Harjanto saat merilis tersangka dan barang bukti di aula Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Juanda yang berlokasi di Jalan Raya Juanda, Jumat (28/12).

Kronologis penangkapan tersebut berawal dari kecurigaan petugas atas gerak-gerik pelaku saat tiba di Terminal Kedatangan Bandara II Juanda sekitar pukul 11.00 WIB. Warga asal Sarawak, Malaysia yang saat itu menumpang pesawat Air Asia QZ-321 rute Kualalumpur-Surabaya pada hari Senin (24/12) lalu.

“Setelah melalui proses profiling, kemudian petugas memeriksa dan dilakukan wawancara singkat kepada pelaku,” jelasnya.

Selanjutnya, imbuh Budi, petugas melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap barang bawaan (koper) milik tersangka.

“Dilakukan pemeriksaan barang bawaannya menggunakan x-ray. Pada mesin x-ray, petugas mendapati image yang mencurigakan pada isi koper tersebut,” tambah Budi.

Dalam penggeledahan tersebut, tambah Budi, petugas mendapati kristal putih seberat 2,84 Kilogram yang diduga Narkoba jenis Methamphetamine. Oleh pelaku, barang tersebut di kamuflase dalam kemasan makanan ringan berbentuk tabung sebanyak 6 buah.

“Usai dilakukan uji lab, kristal putih tersebut positif mengandung Methamphetamine,” tegasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kasubdit III Ditreskoba Polda Jatim, AKBP Ghufron Agus Sukaton menjelaskan, ada seorang warga Malaysia bernama Zin Xia Bin Xhin yang diduga sebagai pemilik barang haram tersebut.

“Tersangka baru mengenal Zin Xia Bin Xhin selama 3 bulan. Tersangka mengaku berkenalan melalui aplikasi We Chat,” terang Ghufron.

Ghufron menambahkan, jika pelaku berhasil meloloskan kristal haram tersebut, total upah yang akan diberikan sebesar 3.000 RMY. Pembayarannya, lanjut dia, dibagi dua. Saat tiba di Surabaya dan sisanya jika Sabu sudah diterima pemesan.

“Tersangka mengaku sudah di transfer 1.500 Ringgit,” bebernya.

Dalam kasus ini, tersangka akan dijerat pasal 113 ayat (2) Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Atas penggagalan upaya penyelundupan sabu seberat 2,84 kilogram tersebut, setidaknya dapat menyelamatkan 14.200 generasi muda Indonesia.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date