Kasus WNA Masuk DPT, KPUD Akui Kesalahan Input PPDP

Trenggalek, koranmemo.comPolemik warga negara asing (WNA) di Kabupaten Trenggalek yang sebelumnya masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) masih mencuat. Terlebih diketahui WNA asal Sabah Malaysia yang tinggal di Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek itu disinyalir sebelumnya juga masuk DPT pemilihan gubernur (Pilgub) yang baru saja berakhir.

Dugaan masuknya satu WNA dalam DPT sejak Pilgub itu bukan tanpa alasan. Pasalnya alur mekanisme pendataan warga yang akan menyalurkan hak suaranya pada Pileg dan Pilpres April mendatang juga berasal dari DPT Pilgub sebelumnya. Pendataan awal DPT Pileg dan Pilpres berdasarkan sinkronisasi DPT Pilgub dan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) yang disinkronisasi oleh KPU-RI.

“Kami menerimanya data sudah dalam bentuk campuran. Pendataan awal inilah yang kemudian oleh KPUD dilakukan pencocokan dan penelitian atau coklit,” kata Gembong Derita Hadi, Divisi Perencanaan dan Data KPUD Trenggalek, Rabu (13/3).

DPT Pilgub, lanjut Gembong sapaan akrabnya, merujuk pendataan yang dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). Kuat dugaan, pada saat pendataan di lapangan terjadi kesalahan dalam menginput administrasi sehingga WNA tersebut masuk dalam DPT. Padahal sesuai aturan WNA tidak boleh menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi mendatang.

“WNA itu ada yang punya KTP, tetapi kewarganegaraan bukan WNI, hampir mirip. Kami pada waktu coklit bukan hanya di Pileg dan Pilpres tapi juga di Pilgub, tidak ada informasi dari Dispendukcapil bahwa WNA dapat KTP. Jadi orang tahunya di PPDP itu ada KTP ada NIK, sudah dimasukkan. Kalau terkait dia (WNA,red) dulu nyoblos (Pilgub,red) atau tidak, saya tidak tahu,” jelasnya.

Adanya WNA yang masuk DPT di Kabupaten Trenggalek diketahui setelah munculnya video tentang kesalahan input KPU yang beredar luas di media sosial (medsos). Menanggapi hal ini, KPUD mendapatkan mandat untuk memeriksa ulang nama-nama yang masuk dalam DPT dan diketahui satu WNA masuk dalam DPT. Selain WNA asal Sabah Malaysia, terdapat empat WNA lainnya yang saat ini tinggal di Trenggalek.

“Setelah viral itu (WNA masuk DPT di medsos,red) kami cari. Kami cari nama-nama yang meragukan, akhirnya ketemu. Dispendukcapil tidak bisa mengeluarkan data soal WNA karena tidak boleh dan seperti itu aturannya. Kecuali kalau kami klarifikasi pasti mereka jawab, ada data (temuan,red) bisa klarifikasi,” kata Gembong.

Saat ini satu WNA yang masuk DPT itu sudah dipastikan telah dicoret, termasuk menarik formulir c6 atau surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih. Nantinya jika kemudian hari WNA tersebut alih status menjadi WNI, dia tetap dapat menyalurkan hak suaranya melalui daftar pemilih khusus (DPK). Syarat saat pemungutan suara datang lebih dari jam 12 dengan membawa identitas.

“Saya pastikan tidak mempunyai hak pilih, sudah saya coret dari DPT, tanpa mengurangi jumlah DPT. Seperti orang meninggal, kita coret tapi tidak mengurangi DPT. Karena mencoblos membawa C6 dan KTP. Kalau sekarang prosesnya WNA dari DPT sudah dicoret, dia tidak mempunyai hak pilih. Andai dia proses jadi WNI tetap bisa memilih dengan kriteria DPK. Nanti hanya membawa KTP dan memilihnya di atas jam 12,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun dari Dispendukcapil Kabupaten Trenggalek sebanyak lima WNA itu tersebar di tiga kecamatan. Diantaranya Kecamatan Pule, Kecamatan Pogalan dan Kecamatan Watulimo. Lima WNA itu berasal dari Itapukur West Bengal India, Long Xuyen Vietnam, Sabah Malaysia, California, dan George USA atau Amerika Serikat.

Dari lima WNA yang masuk data base Dispendukcapil tersebut, dua orang pemegang KITAS (kartu izin tinggal terbatas), satu orang orang pemegang KITAP (kartu izin tinggal tetap) dan dua orang pemegang KITAP serta memiliki KTP elektronik (KTP-el). Kendati demikian, status kewarganegaraan mereka tetap WNA meskipun mempunyai NIK dan nomor Kartu Keluarga Trenggalek.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date