Kasus Suap APBD-P: Ada Istilah Uang ‘Sampah’, Apa Itu?

Malang, koranmemo.comPendalaman kasus dugaan suap APBD-Perubahan (APBD-P) tahun 2015 Kota Malang masih terus berlanjut, di Aula Polres Malang Kota. Beberapa saksi masih akan menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya, Sutiaji, Calon Wali Kota Malang nomor urut tiga. Pada┬áJumat (23/3), sekitar pukul 11.10 WIB, Sutiaji keluar dari ruang pemeriksaan. Dia menyebut ada istilah ‘sampah’ yang ditanyakan oleh tim penyidik KPK.

Sutiaji mengatakan, dia datang ke Aula Polres Malang Kota untuk memenuhi panggilan KPK. Dia mengaku diperiksa untuk menjadi saksi dari dua anggota DPRD yang sudah menjadi tersangka. “Saya datang untuk jadi saksi dari Sahrawi dan Zainuddin serta lainnya,” ujarnya singkat.

Selain itu dia menyebut ada kode ‘sampah’ dalam dugaan suap APBD 2015 yang ditanyakan penyidik KPK. Terkait hal itu calon wali kota nomor urut tiga di Pilkada Kota Malang 2018 ini juga tidak tahu sama sekali. “Istilah sampah tidak pernah mendengar, mungkin istilah pada suapnya itu lalu muncul istilah sampah dari penyidik,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi, suap itu disebut uang sampah karena nilainya terlalu sedikit. Setiap anggota DPRD Kota Malang menerima Rp 500 ribu. Suap itu juga untuk memuluskan pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Diduga, uang sampah itu sama halnya dengan uang pokir yang sudah menyeret 19 tersangka dan dua terdakwa untuk memuluskan pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015 lalu. “Saya bilang tidak tahu, saya juga baru dengar juga,” ungkapnya.

Sebelumnya, muncul istilah uang pokir dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang tahun 2015. Uang Rp 700 juta yang berasal dari eksekutif di Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Dalam kasus itu, sudah menyeret mantan Ketua DPRD Kota Malang, Mochammad Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerja Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono.

Reporter: Yudha Kriswanto

Editor: Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date