Kasus PT Merak Jaya Beton, Warga Datangi Mapolsek Pertanyakan Perpanjangan Kontrak

Kediri, Koranmemo.com – Kasus perusahaan bahan baku cor PT Merak Jaya Beton terus bergejolak. Kali ini warga Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri mendatangi Mapolsek Gampengrejo, Rabu (14/2). Mereka mempersoalkan perpanjangan izin sewa lahan kas desa setempat kepada perusahaan yang dianggap sepihak.

Kedatangan warga ke Mapolsek Gampengrejo untuk menindaklanjuti kesepakatan bersama antara kelompok warga terdampak kebocoran tangki semen tersebut. Dalam perjanjian yang dibuat pada Oktober 2017 lalu menyatakan, kedua belah pihak sepakat mengakhiri konflik dan mempersilahkan pabrik beroperasi hingga batas akhir kontrak 1 Februari 2018.

“Kami datang kesini untuk menindaklanjuti surat perjanjin sewa menyewa yang seharusnya berakhir tanggal 1 Februari kemarin. Kemarin ada sosialisasi perpanjangan izin dan ternyata kesepakatan tersebut sepihak,” kata Samsul Munir, koordinator warga.

Munir mengungkapkan dalam kesepakatan 12 Oktober 2017 tersebut menyebutkan bahwa dalam memperpanjang izin sewa harus melibatkan warga. Tetapi, Pemerintah Desa Ngebrak justru mengambil kebijakan sepihak dan tidak memperhatikan kehendak warga yang terdampak.

“Kemarin ada undangan rapat perpanjangan kontrak sewa menyewa antara Pemerintah Desa Ngebrak dengan PT Merak Jaya Beton. Harapan kami, di dalam perpanjangan kontrak tersebut hanya berupa draf saja, ternyata sudah diteken perpanjangan kontrak sampai 2020 oleh Kepala Desa Ngebrak Saeroji,” jelas Munir.

Hal tersebutlah yang membuat warga kecewa terhadap Saeroji. Warga akhirnya bersepakat untuk menempuh jalur hukum. Mereka akan melapor pihak PT Merak Jaya Beton. Warga kemudian mendatangi Mapolsek Gampengrejo dan meminta pihak kepolisian mencegah beroperasinya PT Merak Jaya Beton. Beberapa perwakilan warga kemudian melakukan mediasi dengan Kapolsek Gampengrejo, AKP Muklason.

Sementara itu AKP Muskhlason mengatakan, menampung aspirasi masyarakat Desa Ngebrak terkait masalah tersebut. Dalam menindaklanjuti aspirasi warga ini, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan-pemanggilan untuk mendapatkan informasi mengenai perpanjangan kontrak tersebut.

“Kami akan melakukan pemanggilan untuk mencari informasi dari pihak- pihak manapun. Akan kami seleksi. Batas kita untuk mengamankan hal ini. Tidak serta menerta menentukan persoalan hukumnya. Kecuali ada yang melapor kesini,” jawabnya.

Saat dikonfirmasi terpisah Saeroji mengakui telah memperpanjang izin sewa lahan kepada PT Merak Jaya Beton hingga 2020 mendatang. Menurutnya, perpanjang izin tersebut tidak perlu melibatkan warga karena menjadi wewenang dari kepala desa. Dia mengaku tidak pernah membuat pernyataan yang mengharuskan pelibatan warga dalam perpanjang izin.

” Kemarin itu kita jelaskan, kalau memang dianggap salah, silahkan gugat ke pengadilan, nanti akan diuji,” ungkap Saeroji.

Reporter: Nuramid Hasyim

Editor:  Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.