Kasus Perkosaan oleh Guru Mulai Disidangkan

Lamongan, koranmemo.com-Sidang perdana kasus perkosaan anak dibawah umur oleh terkadwa Arif Budiman (39) guru warga Desa Pucuk Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan, akhirnya digelar dengan didampingi lima penasihat hukum.

Sidang tertutup tersebut  dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Hj. Nova Flory Bunda, S.H.,M.Hum dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ruang sidang cakra Pengadilan Negeri Lamongan, Selasa (5/6/2018).

Terdakwa Arif Budiman (39) tampak menundukkan kepala saat memasuki ruang sidang yang didampingi oleh dua penasihat hukumnya yang sebenarnya ada lima penasihat hukum. Yakni, Dr. H. Moh. Ma’aruf, S.H.,M.H , Ramadhani, S.H , Sarlan Noor Said, S.H , Nining Eka W H, S.Hi.,M.H dan Soviatullaeli, S.H.

“Sebenarnya ada lima, namun saat ini hanya didampingi oleh dua penasihat hukum saja,” ujar Suprayitno, S.H selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada awak media.

Dalam agenda tersebut, JPU mendakwa  perbuatan tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 76D Jo 81 (1) (2) UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Hari ini, sidang pertama pembacaan dakwaan dan sidang dilanjutkan kembali tanggal 26 juni 2018,” kata Suprayitno.

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa lebih memilih irit bicara kepada awak media ketika dikonfirmasi. “Maaf ya, maaf,” jelas salah satu kuasa hukumnya yang tak mau menyebut identitasnya sembari berjalan keluar ruang persidangan.

Sementara diketahui, jika kasus terdakwa Arif Budiman (39) terbongkar bermula saat ia dilaporkan orang tua korban karena tak terima atas dugaan pemerkosaan yang dilakukan Arif ke anaknya SN (13).

Perbuatan bejat terdakwa itu diduga dilakukan terhadap korban pada Minggu (19/11) tahun 2017 sekitar pukul 13.00 WIB di ruang kelas lantai II sekolahan.

Tindakan tak pantas yang dilakukan oknum guru Madrasah ini terbongkar melalui bukti petunjuk yang berasal dari Short Message Service (SMS). Di luar dugaan, kejadian itu terungkap dari adanya komunikasi melalui SMS antara korban dengan Arif.

SMS ini diketahui oleh kerabat korban yang kemudian melaporkan ke orangtua korban. Mendengar kabar tersebut, orang tua korban terkejut dan seolah tak percaya anaknya yang masih duduk di kelas VI telah dinodai gurunya sendiri. Tanpa pikir panjang, kejadian memalukan ini akhirnya dilaporkan ke Polres Lamongan.

Reporter: M.Fiddin Rosyadi/Fariz Fahyu

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date