Kasus Pembunuhan di Kebun Tebu, Pelaku Ingin Kuasai Harta Korban

Kediri, Koranmemo.com – Sepandai pandainya tupai melompat pasti jatuh juga. Pepatah itulah yang pantas mengambarkan M. Ubaitul Anas (25), warga Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih. Meski berusaha menghilangkan jejak, petugas berhasil membuktikan jika dia adalah pelaku pembunuhan Achmat Wahyu Sobirin (26) warga Desa Mondo, Kecamatan Mojo.

“Pelaku ini tergolong mahir karena berusaha menghilangkan jejak dengan cara membakar korban. Sehingga tim identifikasi tidak bisa menemukan sidik jari pelaku di tubuh korban,” ungkap Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan saat press realis, Selasa (6/2).

Dalam press realis tersebut AKBP Erick mengungkapkan beberapa fakta terkait aksi pembunuhan sadis penjaga PS di Kecamatan Kandat tersebut. AKBP Erick mengungkapkan pelaku nekat mengakhiri hidup Achmat karena faktor ekonomi. Dia membutuhkan uang untuk kebutuhan keluarganya, apalagi saat ini istrinya sedang hamil anak ke duanya.

Saat melakukan aksinya, Anas melakukan aksi pencurian dengan kekerasan tersebut seorang diri. Pelaku yang merupakan pelanggal PS tersebut meminta tolong korban untuk mengantarkannya pulang. Namun pelaku tidak mengarahkan ke rumahnya di Ngadiluwih, namun menuju arah persawahan tebu di Desa Kandat, Kecamatan Kandat.

Disaat itulah Anas tengan tega membunuh Achmat demi mendapatkan sepeda motor, ponsel dan uang yang ada di rental PS tersebut. Dengan menggunakan tangan kosong Anas memukul Achmat dengan tangan kosong hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Pelaku beraksi seorang diri. Awalnya pelaku berdalih meminta tolong korban untuk mengantarkannya pulang, namun di tengah perjalanan pelaku memulai aksinya,” tegas AKBP Erick.

Setelah Achmat meninggal, Anas langsung membuang jasat korban di tengah area perkebunan tebu. Dengan tega Anas membakar Achmat dengan maksud agar korban tidak dikenali dan menghilangkan barang bukti. Setelah membakar jasad Achmat pelaku kembali ke rental PS untuk mengambil uang sebesar Rp 1,5 juta.

Berhasil menggasak uang, sepeda motor dan ponsel milik Achmat, Anas langsung pergi. Sepeda motor tersebut kemudian dijualnya untuk menambah uang penghasilan. Sepeda motor Yamaha Jupiter nopol AG 3128 HC tersebut dijual dengan harga Rp 1,7 juta. Sementara ponsel milik korban dijual dengan harga Rp 800 ribu.

“Tersangka kita jerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan,” tegasnya.

Reporter: Nuramid Hasyim

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.