Kasus Mutilasi Mayat Dalam Koper, Korban dan Pelaku Sempat Berhubungan Badan

Kediri, koranmemo.com – Pasca penangkapan kedua pelaku mutilasi guru tari oleh petugas kepolisian Polda Jawa Timur (Jatim), Aziz Prakoso (23) dan Aris Sugianto (34) mengakui perbuatan serta motif dari pembunuhan hingga berakhir dengan tindakan memutilasi jasad korban tersebut. Ternyata, AS dan korban, memiliki hubungan pernah menjalin asmara.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, karena sudah saling kenal, korban dan AS membuat janji untuk bertemu di warung kontrakan AS yang berada di Jalan Surya Desa Sambi Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. “Ini adalah kasus asmara berujung maut,” jelasnya, saat dikonfirmasi koranmemo.com, Senin (15/4).

Sebelum insiden pembunuhan terjadi, mereka sempat melakukan hubungan badan. Namun, dari empat kali melakukan hubungan badan, kali ini korban menagih uang yang sudah dijanjikan. Ini lantaran, sebelumnya korban dijanjikan upah, namun uang tersebut tidak diberikan karena AS tidak membawa cukup uang.

Akibatnya, korban pun emosi dan sempat terjadi adu mulut. AP yang sedari tadi berada di luar warung segera menghampiri untuk melerai serta mengingatkan korban dan AS, namun justru korban menampar AP. Tidak terima dengan perlakuan korban, AP pun membalas sehingga mereka sempat adu pukul.

Korban yang emosi, sempat mengambil senjata tajam (parang) yang ada di warung untuk melukai AP. Lagi-lagi AP memberikan perlawanan sehingga parang tersebut berhasil direbut. Dengan gelap mata, parang itu pun disabetkan ke arah korban berkali-kali. Sabetan itu mengenai punggung serta leher bagian kiri yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Mengetahui korban meninggal, mereka pun berusaha untuk menyembunyikan tindak kejahatan meraka. Muncul niatan, jasad korban dimasukan ke dalam koper, namun koper tersebut tidak muat. Kedua pelaku pun nekat untuk memotong kepala korban supaya jasad masuk ke dalam koper. Bagian tubuh korban itu pun dibuang di tepi aliran sungai di bawah jembatan Desa Karanggondang Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar.

Jasad korban ditemukan pada hari Rabu (3/4), sedangkan potongan kepala korban, yang dibuang di sungai yang berada di Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, Jumat (12/4), ditemukan setelah petugas kepolisian berhasil menangkap pelaku pada hari Kamis (11/4) di dua tempat yang berbeda. AP diamankan di Kediri dan AS diamankan di Jakarta.

Reporter Okpriabdhu Mahtinu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date