Kasus Mutilasi Guru Honorer, Tersangka AP Akan Menikah

Kediri, koranmemo.com – Aziz Prakoso atau AP (23) warga Desa Ringinrejo Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri menjadi salah satu tersangka pembunuhan Budi Hertanto (28) guru honorer di Kota Kediri. Pengakuan keluarga, AP berniat segera menikah namun harus ditunda lantaran kakak kandungnya belum menikah.

Supriyanto (56) ayah AP mengaku belum percaya jika anaknya terlibat dalam pembunuhan yang disertai mutilasi tersebut. Pasalnya, anak bungsu dari empat bersaudara itu terkenal terbuka dengan keluarga, dan giat bekerja meski usianya masih cukup muda. “Saya yakin anak saya tidak terlibat pembunuhan itu, mungkin waktu itu dia hanya dimintai tolong untuk membantu mengantar membuang saja,” katanya.

Karena, AP juga terkenal mudah untuk dimintai tolong terlebih dengan teman dekatnya. Supriyanto memang tidak memungkiri AP dengan Aris Sugianto (AS) (34) adalah teman dekat melalui adik AS, Defin. Adik kandung AS itulah yang sering bermain ke rumah AP, begitupun AP yang juga sering bermain kerumah Defin di Desa Mangunan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar.

“Dia (AP,red) kalau sama teman pasti apapun dibantu, dua minggu lalu AP juga bermain ke rumah AS karena dimintai tolong sama Defin untuk menguras kolam ikan lele di sana (Blitar, red). Defin juga sering main ke sini bahkan seperti rumah sendiri bisa sampai larut malam kalau main di sini, kalau si AS itu jarang – jarang main kesini,” kata Supriyanto.

Kasus pembunuhan terhadap Budi warga Tamansari Kelurahan Tamanan Kecamatan Mojoroto diduga kuat karena hubungan orientasi seks menyimpang. Ketika ditanya soal itu, Supriyanto tidak percaya jika putra bungsunya suka sesama jenis. Karena, AP di lingkungan keluarganya terkenal sering gonta ganti pacar. Bahkan, sekitar lima tahun silam di usianya yang masih 19 tahun, AP sudah meminta orangtuanya untuk menikahkan dengan gadis asal Ringinrejo.

“Sudah sampai ngomong ke orangtua si cewek, tapi karena keluarga si cewek ini adat Jawanya kuat hitung – hitungan weton mereka tidak cocok jadi orangtuanya tidak memperbolehkan hubungan itu. Dia kecewa sampai – sampai pengen nikah lari, tapi saya redam apalagi waktu itu usianya belum genap 20 tahun pasti ribet mengurusi surat – suranya memang belum cukup umur,” jelasnya.

Setelah hubungan dengan wanita itu kandas, kini AP juga telah memiliki hubungan serius dengan wanita dari Desa Bedali Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Dengan usia yang sudah matang AP meminta ayahnya untuk segera menikahkan, namun urung dilakukan karena menunggu kakak AP yang belum menikah.

“Saking cintanya sampai – sampai nama gadis itu ditulis di tangan AP. Tapi saya minta nunggu kakaknya nikah dulu sambil mengumpulkan uang karena modal buat menikah itu tidak sedikit. Dia menurut, dan sepakat sama si gadis itu buat sama – sama bekerja keras mengumpulkan uang. Makanya, AP itu bekerjanya tidak pernah mengeluh terus si gadisnya sekarang juga bekerja di Sidoarjo untuk mengumpulkan uang modal menikah,” katanya.

Cerita itu meyakinkan pihak keluarga jika AP adalah pria normal. Keterliban AP itulah yang membuat pihak keluarga terkejut, terlebih saat ditangkap di rumahnya AP tidak berusaha kabur dan pasrah saja kepada polisi yang telah mengepung rumahnya pada Kamis (11/4) malam.

“Kalau memang melakukan tentunya putra saya dari minggu lalu sudah melarikan diri. Tapi dia tidak, dia santai saja di rumah dan bekerja seperti hari – hari biasa ,” kata Supriyanto.

Sampai saat ini, tersangka AP dan AS masih berada di Mapolda Jawa Timur untuk proses penyidikan lebih lanjut. Keduanya akan dibawa ke Desa Sambi Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri tempat  pembunuhan untuk proses rekontruksi dalam waktu dekat. Belum ada keterangan secara resmi dari pihak Polda Jawa Timur terkait perkembangan kasus tersebut.

Reporter Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date