Kasus Mayat Tanpa Kepala Dalam Koper, 4 Teman Korban Diperiksa di Mapolresta Kediri

Kediri, koranmemo.com –– Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan terhadap Budi Hartanto (28) guru honorer di SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri yang jenazahnya dimasukkan ke dalam koper tanpa kepala dan dibuang di bawah Jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Sedikitnya ada empat orang saksi yang kini masih diperiksa intensif.

Reskrim Polresta Kediri terus melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap para saksi dalam kasus mutilasi ini. Dari pantauan Koranmemo.com, ada empat saksi yang tidak lain anggota sanggar tari yang dilatih oleh korban, keempatnya adalah dancer pria.

Bahkan, salah satu dari saksi tersebut sempat menutup pintu, ada juga yang menutupi muka dengan menggunakan tas yang saat itu tengah berada di ruang Unit Pidana Umum (Pidum) Polresta Kediri, Jumat (5/4) pagi.

Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Andy Purnomo mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap para saksi, namun masih enggan memberitahu keterangan yang diberikan oleh saksi. Pasalnya, kasus dugaan pembunuhan tersebut, sudah diambil alih oleh Polda Jawa Timur (Jatim).

“Kami sifatnya hanya memback-up gabungan dengan Polda Jatim dan Polres Blitar. Para saksi dimintai keterangan sejak  penemuan jenazah korban, pada Selasa (2/4),” jelasnya, saat ditemui Koranmemo.com.

Untuk perkembangan, lanjutnya, maupun hasil pemeriksaan terhadap saksi, akan disampaikan oleh Polda Jatim. Selain Polres Kediri Kota, turut bergabung Polres Kediri, Polres Blitar Kota, dan Polres Blitar dalam penyelidikan kasus ini. “Nanti pasti kami informasikan, kan ini masih pemeriksaan dan wewenang di Polda. Apa yang diperintahkan, kami laksanakan,” tegasnya.

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh Koranmemo.com, keterangan dari keempat saksi saat malam hari sebelum kejadian, mereka sempat bersama korban karena mereka adalah tim inti untuk mengisi salah satu acara. Keempat saksi tersebut, berlatih tari di sanggar yang ada di kawasan GOR Jayabaya Kota Kediri, untuk mempersiapkan gerakan tari. Sekitar pukul 22.00 WIB, korban sempat berpamitan kepada keempat temannya untuk membeli makan.

Selanjutnya, sekitar pukul 24.00 WIB, keempat saksi selesai berlatih, sempat menghubungi korban, namun tidak ada jawaban dari korban. Sampai keesokan harinya, mereka mendapat informasi bahwa ditemukan jasad berada di dalam koper bewarna hitam yang dibuang di bawah Jembatan Karanggondang.

Sontak penemuan itu membuat geger warga sekitar. Pihak kepolisian yang berada di lokasi penemuan tersebut, tidak menemukan identitas maupun kartu tanda pengenal lainnya. Pasalnya, saat ditemukan, tidak ada sehelai benangpun yang menempel pada jasad korban. Bahkan, bagian kepala korban juga tidak ada, untuk mengetahui identitas korban, pihak kepolisian menggunakan alat deteksi sidik jari digital Mambis milik Polda Jatim.

Menurut informasi dari pihak keluarga, korban pergi mengendarai sepeda motor Honda Scoopy, dan sampai saat kini kendaraan tersebut belum ditemukan, dan barang-barang lain yang dibawa korban seperti HP maupun dompet berisi uang tunai serta Kartu ATM yang diperkirakan hingga Rp 60 jutaan, yang belum ditemukan.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date