Kasus BSM Ditangani OJK Pusat

ups-ada-komisioner-ojk.1486Kediri, Memo- Kasus Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Ngunut Tulungagung dengan nasabahnya Hariyanto yang terus menjadi polemik kini sudah dilimpahkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat Jakarta. Pasalnya, OJK Kediri yang sebelumnya menangani pengaduan tersebut ternyata hanya sebatas menjadi perantara setiap pengaduan nasabah.

Bambang Hariyanto Kepala OJK Kediri mengatakan terkait kasus yang terjadi antara Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Ngunut Tulungagung dengan nasabahnya atas nama Hariyanto sudah dilimpahkan ke OJK Pusat.

“Kami hanya menerima pengaduan, setelah itu kasusnya kami limpahkan ke pusat Jakarta, dan sampai saat ini sudah ditangani bahkan sudah dalam proses,” ungkap Bambang.

Di tempat terpisah, Hariyanto nasabah BSM yang sudah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah menjelaskan, beberapa waktu lalu telah diberikan surat balasan dari OJK Pusat guna bisa melakukan pemantauan sejauh mana kasusnya ditangani.

“Memang saya sudah mendapatkan surat balasan dari OJK Pusat dan isinya Username dan PIN yang katanya berfungsi agar bisa memantau kasus tersebut via online. Tapi hasilnya nihil. Dalam website tersebut tidak dijelaskan prosesnya sudah sejauh mana,” tuturnya.

Sementara itu, OJK Pusat Jakarta saat dikonfirmasi lewat telepon mengatakan kasus yang dialami nasabah Hariyanto hingga saat ini sudah dalam proses telaah. “Untuk kasus Hariyanto nasabah Bank Syariah Mandiri sudah dalam proses pengumpulan data. Kemungkinan dalam waktu dekat ini nasabah tersebut akan kami berikan pemberitahuan,” ujar Acik bagian pelayanan OJK Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, meski sudah mengadu ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri terkait masalah yang dialaminya, Hariyanto nasabah Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Ngunut Kabupaten Tulungagung tetap menuntut ganti rugi materiil dan in materiil kepada BSM.

Pasalnya, tuntutan tersebut dilakukan karena sejak kurun waktu satu tahun dari pengurusan pengajuan kredit pada Juni 2013 lalu, dana tersebut hingga saat ini tidak kunjung cair. Bahkan mengakibatkan usaha peternakan yang dimilikinya nyaris bangkrut.

Hariyanto mengaku dari pengurusan pengajuan kredit tersebut pihaknya mengalami kerugian materiil dan in materiil yang tak bisa dibilang sedikit.

“Dalam pengurusan apresial saya sudah mengeluarkan dana sekitar Rp 100 juta kepada pihak Bank Syariah Mandiri dan bahkan dana di buku tabungan saya juga hilang secara tiba-tiba. Ditambah belum kerugian peternakan saya yang nyaris kolaps,” ungkapnya.(can)

Follow Untuk Berita Up to Date