Karaoke Marak, Bupati Prihatin

cafe*180 Karaoke Tak Miliki Izin

Kediri, Memo- Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno mengaku sangat prihatin dengan maraknya keberadaan karaoke ilegal yang belakangan menjamur. Untuk itu Bupati mengajak semua elemen masyarakat memberantas maraknya pendirian tempat karaoke tersebut.

Orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini juga mempertanyakan izin pendirian karaoke yang ditengarai ilegal tersebut. Karena pihaknya merasa selama ini tidak pernah memberikan izin pendirian karaoke.

Seperti diketahui, di Kabupaten Kediri terutama di sekitar Simpang Lima Gumul (SLG) belakangan ini marak berdirinya tempat karaoke. Bahkan keberadaan tempat karaoke di Kabupaten Kediri ini menjadi alternatif setelah tempat karaoke di Kota Kediri. Sehingga praktis, kehidupan malam di Kabupaten Kediri belakangan mulai menggeliat.

“Saya sebagai seorang wanita tentunya juga merasa risih kalau melihat anak-anak perempuan muda yang berpakaian minim ketika malam hari di tempat umum seperti itu,” katanya kepada wartawan, Senin (10/11) kemarin.

Dengan melihat kondisi tersebut, menurutnya, keberadaan karaoke ilegal itu sangat berbahaya. “Karena bisa merusak moral generasi muda,” katanya didampingi Kabag Humas M. Haris Setiawan.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Agung Joko Retmono mengungkapkan hingga saat ini di Kabupaten Kediri ada sekitar 180 karaoke yang tidak memiliki izin. Sedangkan karaoke yang memiliki izin hanya 12.

Dikatakan, pihaknya bisa saja menutup karaoke yang tidak memiliki izin tersebut, hanya persoalannya di Kabupaten Kediri ini sampai sekarang belum memiliki perda yang mengatur tentang karaoke dan kafe.

Yang ada lanjut Kepala satpol PP ini hanya Perbup (Peraturan Bupati) no 15 tahun 2014 yang mengatur tentang perizinan tempat karaoke dan kafe.

Namun sampai sekarang menurutnya, Perbup tersebut belum disosialisasikan. “Makanya kita sosialisasikan dulu Perbup itu. Kemudian baru kita bertindak,” tandasnya.(chu)

 

Follow Untuk Berita Up to Date