Kapolres Minta Warga Utamakan Musyawarah

Kediri, Koran Memo – Penolakan warga di di sekitar PG Pesantren atas rencana pihak pabrik untuk menutup akses jalan masuk kembali dilakukan. Senin (22/6) warga kembali menduduki lokasi yang rencananya akan ditembok oleh PG Pesantren dengan menggunakan beberapa sepeda motor. Pemblokiran yang dilakukan oleh warga tersebut terpaksa dibubarkan oleh Kapolres Kediri Kota, AKBP Bambang Widjanarko Baiin yang saat itu datang ke lokasi lantaran menilai tindakan warga sudah menyalahi aturan. AKBP Bambang mengimbau kepada warga untuk lebih mengutamakan musyawarah dengan pihak PG Pesantren dari pada melakukan aksi dan mengajak banyak warga yang sebenarnya tidak tahu tentang permasalahan tersebut.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Bambang Widjanarko sedang berdialog dengan warga sekitar PG Pesantren (kurniawan/memo)
Kapolres Kediri Kota, AKBP Bambang Widjanarko sedang berdialog dengan warga sekitar PG Pesantren (kurniawan/memo)

Sekitar pukul 08.00 WIB, warga sudah mulai berdatangan ke lokasi. Separuh pintu yang semula ditutup dengan seng oleh pihak pabrik, separuhnya lagi dihadang dengan beberapa sepeda motor milik warga. Warga menyerukan pihak PG Pesantren untuk memberikan penjelasan atas tindakan yang akan mereka lakukan yakni menutup akses jalan yang setiap hari mereka gunakan untuk beraktifitas.

Saat AKBP Bambang datang, perwakilan warga akhirnya melakukan dialog secara langsung dengan Kapolres. Dalam dialog tersebut, berkali-kali Kapolres mengatakan agar warga tidak emosi lantaran saat ini adalah bulan puasa. Proses dialog sempat memanas karena sejumlah warga berteriak-teriak dan terkesan emosi.

Warga berdalih, apabila pihak PG Pesantren ingin menutup jalan tersebut, pemkot harus terlebih dahulu mencabut perda (Peraturan Daerah) tentang jalan yang sudah ada. Akan tetapi, saat ditanya tentang perda tersebut, warga dan aparat kelurahan yang hadir tidak bisa menjelaskan isi perda. Oleh karenanya, AKBP Bambang mengajak perwakilan dari warga untuk berdialog dengan pihak PG Pesantren dengan dikawal langsung olehnya. “Perwakilannya saja. Nanti kita dialog. Jangan mengajak warga-warga lain yang tidak tahu apa-apa,” ujarnya.

Setelah menggelar dialog dan disepakati akan ada pertemuan antara perwakilan warga dengan pihak PG Pesantren, puluhan massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Akan tetapi, AKBP Bambang kembali menegaskan bahwa jalan yang saat ini dipermasalahkan oleh warga merupakan hak dari pihak PG Pesantren. Dan apabila warga tetap nekat melakukan aksi bahkan pengrusakan, AKBP Bambang mengatakan tidak akan segan-segan melakukan tindakan dan dipastikan warga akan melakukan lebaran di balik penjara.(kur)

Follow Untuk Berita Up to Date