Kapolda : “ Para Kapolres Jangan Takut Memberikan Staitment Pada Wartawan”

Sarasehan Kemitraan Polri Dengan Media

 

Kepolisian Daerah Jawa Timur, menggelar acara Sarasehan Kemitraan Polri dengan Media dalam rangka membangun kemitraan memelihara stabilitas Kamtibmas di Hotel Singgasana Surabaya (18/10). Sarasehan dihadiri hampir seluruh Kapolres dari total 39 Polres, Polresta dan Polrestabes.

Acara yang dikemas dengan dialog itu juga menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Komisi Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi, Katua PWI Pusat Margiono, pakar komunikasi, Aqua Dwipayana, dan Ketua PWI Jatim Ahmad Munir.

Ketua PWI Jatim, Ahmad Munir, dalam sambutanya menyampaikan, kegiatan ini dilakukan pertama kali oleh Polda Jatim selama dirinya menjabat. “Kita mengapresiasi Polda Jatim yang saya tahu dari 33 polda, baru Polda Jatim ini menggelar sarasehan,” kata Munir.

Ia menambahkan, hubungan polri.dan insan pers merupakan hubungan yang saling membutuhkan. “Saya berharap agar wartawan dibantu karena masyarakat butuh informasi begitu pula polisi membutuhkan media untuk mempublikasikan kegiatannya untuk diketahui oleh masyarakat,” tambahnya.

Salah satu wujud kemitraan adalah polisi jangan alergi dengan wartawan. Kapanpun wartawan konfirmasi tolong dilayani. Namun wartawan juga harus profesional dalam bekerja. “Wartawan itu hanya butuh konfirmasi buat akurasi berita. Kapanpun wartawan minta konfirmasi tolong dilayani,” ungkap Ahmad Munir yang juga wartawan senior LKBN Antara.

Sementara Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji mengakui pentingnya hubungan baik polri dan awak media. “Saya minta para Kapolres jajaran untuk memelihara hubungan baik dengan media. Media massa berperan penting untuk penyebar informasi dalam pembentukan opini positif,” kata Kapolda.

Kapolda menambahkan, dukungan kepercayaan masyarakat sangat penting. Oleh karenanya Bidhumas Polda Jatim sebagai ujung tombak untuk mempublikasiakan informasi-informasi tugas polri kepada media sehingga polri mendapatkan kepercayaan oleh masyarakat. “Begitu pula humas di Polres jajaran. Perlu membina kerjasama yang baik dengan media massa,” paparnya.

Kapolda juga meminta agar seluruh Kapolres jajaran agar memahami tugas wartawan dengan memberikan akses informasi yang tentunya layak untuk konsumsi publik. “Sekali lagi mari kita jalin kerjasama yang baik untuk sama-sama menjaga stabilitas Kamtibmas,” tutur Kapolda.

Diakhir pertemuan, Kapolda berpesan agar para kapolres tidak takut untuk memberikan staitment kepada wartawan. “Jangan takut berstaitment. Jika salah ada Kapolda yang akan membenarkan. Tapi kalau salah sekali saja. Jangan ada salah ke dua, tiga dan seterusnya,” pungkas Kapolda disambut tepuk tangan dan tawa peserta sarasehan.

Jimmy Silalahi, perwakilan dewan pers menyampaikan hal penting dalam sarasehan terutama menyangkut adanya wartawan abal-abal. “Pagi jadi wartawan, malam jadi LSM dan pemeras itu kriminal,” kata Jimmy.

Sementara itu, Aqua Dwipayana, pakar komunikasi juga menjadi pembicara dalam kegiatan bersama Margiono Ketua PWI Pusat menerangkan untuk menghindari dari wartawan abal-abal pihak kepolisian bisa menanyakan kartu press. Dengan demikian akan menekan adanya wartawan abal-abal yang mencari keuntungan.(ram/ag)