Kalapas Porong Sesalkan Anggotanya Edarkan Sabu

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas I Surabaya di Porong Sidoarjo Riyanto sesalkan petugas lapas yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu. BNNP Jatim berhasil menangkap AR petugas Lapas usai menerima barang haram dari koleganya yang hendak diselundupkan ke dalam Lapas Porong.

Menurut Kalapas Porong, dirinya tak henti-hentinya mengingatkan pada petugas agar tidak main-main dengan narkoba. Karena pemerintah saat ini sedang gencar memberantas peredaran narkoba, termasuk didalam lapas.

“Kami menyesalkan terkait insiden ini. Petugas sendiri sudah sering kami beritahu agar tak main-main dengan ini,” ungkap Riyanto melalui selularnya, Senin, (17/07)

Pria yang baru menjabat sejak 6 bulan lalu merasa kecolongan dengan kejadian ini. Padahal, segala bentuk pengawasan dan pengetatan terhadap peredaran didalam lapas sudah dilakukan, hanya saja yang bersangkutan (AR) tak memikirkan dampak dari perbuatannya.

” Pengawasan sesuai SOP yang berlaku. Dan pengawasan itu kita lakukan secara ketat. Baik siang dan malam. Jangan sampai ada pembesuk yang menyelundupkan barang haram. Ternyata, itu terjadi sama petugas lapas,” katanya.

Melihat kejadian ini, apakah ada keterlibatan petugas lain dalam penyelundupan barang haram kedalam lapas. Menurutnya indikasi itu pasti ada. Namun, pihaknya tak menyebutkan secara detail lantaran masih dilakukan penelusuran lebih lanjut.

“Tetap ada. Tapi kami tak mau gegabah. Yang jelas akan kami pantau pergerakan petugas lapas kedepannya,” tandasnya.

Sebelumnya, Penangkapan terhadap oknum sipir berinisal AR itu dilakukan, Sabtu (15/7) malam. AR telah lama menjadi targetnya, petugas melakukan under cover selama beberapa Minggu hingga saat AR ditangkap di depan RSUD Sidoarjo setelah menerima barang dari seseorang.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu sebanyak satu bungkus plastik berat 20gr bruto.

Sedangkan AR sempat melawan dan berontak mencoba kabur, atas dasar itu sehingga dilakukan tindakan tegas.

Diduga barang haram ini dikendalikan oleh seorang narapidana kasus narkotika bernama Andro dari dalam Lapas. Dari tiap kiriman, AR dibayar Rp 1 juta hibgga Rp 3 juta.

Sipir lapas Porong berinisial AR terancam pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Reporter: Yudhi Ardian
Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *