KAI Tutup Perlintasan Liar yang Tak Sesuai Aturan

Nganjuk, koranmemo.comKeselamatan merupakan prioritas bagi setiap pengguna jasa perkeretaapian. Maka dari itu PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun kembali melakukan normalisasi jalur Kereta Api (KA).  Dua perlintasan tanpa izin yaitu sebidang jalur KA petak jalan antara Jombang – Sembung yang terletak di Desa Tanggungan, dan di Desa Glagahan Kabupaten Jombang akan ditutup agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Ixfan Hendriwintoko Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun menyampaikan tentang bahaya lintasan liar yang tidak memenuhi aturan. Terlebih ketika akan dioperasionalkan jalur ganda sering terjadi kecelakaan.Sesuai Undang-undang No. 23 Tahun 2007 tentang perekeretaapian dalam pasal 91 s.d 94 mengatur semua terkait perlintasan sebidang jalur KA, mulai dari perizinan, pengerjaan sampai larangannya. Sehingga, perlintasan liar tanpa izin perlu ditertibkan kembali oleh Pemerintah dan PT KAI (Persero).

“Guna menjaga keselamatan bersama, kami membantu pemerintah untuk meniadakan perlintasan-perlintasan liar tanpa izin,” tutur Ixfan, Senin (12/8).

Normalisasi dijalankan tim dari regu Jalan rel dan Polsuska (Polisi Khusus KA) dengan melakukan pengaspalan atau mampatkan dengan beton cor. Sehingga, membutuhkan waktu lebih lama, maka dari itu PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun berharap kepada warga untuk menyadari dan memahami aturan yang ada. PT KAI (Persero) sebagai operator hanya menjalankan amanah undang- undang dengan tujuan agar perjalanan KA selamat, aman, dan lancar dari dan sampai ke tujuan.

“Jadi kami agak kesulitan dan butuh waktu lebih lama, terlebih saat regu jalan rel melakukan perawatan jalur, kami mengalami kesulitan jika terjagi goyangan atau perubahan kontruksi rel yg kondisinya tidak normal, Hal tersebut tidak akan tercapai tanpa peran serta semua pihak,” pungkasnya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date