Kader NU Tewas, Giliran Kejari Sidoarjo Didatangi GP Ansor

Sidoarjo, koranmemo.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Sidoarjo  mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Rabu, (11/4/2018)

Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti kasus meninggalnya Darul Ismawan alias Holi dari empat warga Desa Banjarsari yang ditahan Polsek Buduran.

Rizza Ali Faizin  Ketua PC Ansor Sidoarjo, mengatakan, kedatanganya di  Kejari untuk mengawal kasus warga Banjarsari yang tahan Polsek Buduran. Sebab, dari warga yang ditahan dan yang meninggal adalah kader NU dan anggota Banser.

“Kami kesini untuk mengawal kasus warga Benjarsari yang ditahan  Mapolsek Buduran,” katanya, Rabu (11/4/2018).

Rizza menjelaskan, dari kasus tersebut ditemukan beberapa kejanggalan saat penangkapan hingga ditetapkan tersangka oleh Polsek Buduran. Kejanggalan itu, surat penangkapan tidak ada, baru setelah ditangkap surat dikirim.

“Saya minta pada Kejari Sidoarjo dalam kasus ini untuk melihat secara objektif,” paparnya.

Kata Rizza kejanggalan juga terlihat pada korban yang meninggal Darul Ismawan. Pada saat itu pihak keluarga minta untuk menangguhkan penahanan pada korban, padahal korban itu masih keadaan sakit.

“Malah dari oknum penyidik Polsek Buduran disuru minta surat izin ke kelurahan, kan aneh ini sudah ranahnya kepolisian, ada apa antara kepolisian, kelurahan dan pengembang. ini yang janggal,” tukasnya.

Sementara ketua LPBH NU Sidoarjo Makin Rahmat mengatakan dalam kasus ini diduga ada dalang Kepala Desa Banjarsari untuk menkriminalisasi wargannya dengan memakai alat aparat kepolisian. “Kalau hal itu benar, maka Bupati harus turun tangan untuk memberikan sanksi,” singkatnya.

Sementara Kasi Pidum Sidoarjo, I Wayan Sumertayasa, mengatakan, sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tahap I dari Polsek Buduran.

“Tentu dengan masukan dari Ansor ini, nanti bisa dijadikan bahan dari kasus ini kalau ada hal-hal yang ganjil maka bisa diantisipasi dari awal,” pungkasnya.

Sebelumnya, Selasa, (10/4) puluhan pemuda Ansor mendatangi Polsek Buduran, Sidoarjo menanyakan kejelasan terkait meninggalnya Darul Ismawan alias Holi.

Kasus ini bermula dari proyek pengurukan oleh PT Tiga Bersaudara di Desa Damarsi, Kecamatan Buduran. Ada beberapa desa berstatus terdampak dalam proyek itu, yakni Desa Banjarsari, Dukuh Tengah, Damarsi dan Sawohan.

Kemudian petugas kepolisian Polsek Buduran Sidoarjo menangkap empat orang desa Banjarsari, Kecamatan Buduran Sidoarjo 14 Maret lalu

Mereka ditangkap atas laporan dugaan pemerasan atas proyek pengurukan oleh PT. Tiga Bersaudara di desa Banjarsari Kecamatan Buduran Sidoarjo.

Mereka, diantaranya Darul Ismawan alias Holi, Ainur Rozy (43), Muin (47), dan Wahyudi Purnomo (43).

Beberapa hari ditahan di mapolsek, kondisi Holi drop dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Porong. Setelah sembuh dan dibawa kembali ke tahanan, dia juga kembali mengeluh sakit.

Tanggal 28 Maret, Holi kembali dilarikan ke RSUD Sidoarjo. Dan tanggal 31 Maret, kader Ansor tersebut meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit.

Reporter: Yudhi Ardian
Editor: Achmad Saichu