Kadar Air Padi Tinggi, Ini Solusinya

Kediri, koranmemo.com – Musim panen basah menjadi tantangan dalam proses penyerapan beras oleh Perum Bulog Subdivre Kediri. Intensitas curah hujan disinyalir bakal berdampak pada tingginya kadar air tanaman padi. Mengatasi hal itu, Bulog akan menggunakan mesin pengering untuk memaksimalkan penyerapan.

Achmad Kholisun, Kepala Perum Bulog Subdivre Kediri mengatakan, meskipun target serapan menurun dari 60 ribu ton setara beras menjadi 24 ribu ton setara beras tapi ada kendala lain yang dapat mengancam gagalnya pemenuhan target, yakni cuaca ekstrem. Hal ini dikhawatirkan akan merusak tanaman padi dan mempengaruhi jumlah penyerapan. Namun Kholisun mengaku optimistis melalui mitra kerja dan satuan kerja yang ada, jumlah target penyerapan itu dapat tercukupi. “Kami sudah menjalin mitra dan terdapat satker untuk melakukan penyerapan beras,” imbuhnya.

Setidaknya, saat ini sudah ada sekitar tiga mitra kerja yang mempunyai mesin pengering tersebut. “Kami ada tiga dryer di wilayah kerja kami. Saya kira itu cukup,” kata Kholisun.

Dia membantah perlakukan pengeringan beras dengan cara tersebut dapat merusak beras. Menurutnya, beras yang rusak justru terjadi karena penjemuran yang salah atau ketika melalui proses giling. “Saya kira kalau merusak tidak. Mungkin justru di faktor penjemuran yang salah atau karena giling,” imbuhnya.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Vrian Triwidodo

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.