Kabag Humas Polresta Sidoarjo Kunjungi Balai Wartawan

Sidoarjo, Koranmemo.com – Balai wartawan Sidoarjo dikejutkan dengan kedatangan Kasubag Humas Polresta Sidoarjo yang baru. Meski diguyur hujan, AKP Suwarto menyempatkan untuk mengunjungi wartawan disela-sela kepadatan kegiatan rutinitasnya, Kamis, (7/2/2018)

Kunjungannya kali ini dalam rangka menjaga hubungan baik awak media dengan anggota Polisi. Menurutnya, rasa kekeluargaan dan komunikasi yang baik telah dibentuk dan dijaga oleh Kasubag Humas sebelumnya, yakni Kompol Samsul Hadi. “Beliau saat ini ditempatkan di Mapolda Jatim,” cetus pria yang akrab disapa Warto itu.

Dirinya juga berharap, sinergitas Polresta Sidoarjo terkait pemberitaan sudah terjalin baik. Tidak hanya itu, baginya, semua wartawan dari perusahaan baik media cetak, TV, maupun media online yang bertugas di Polresta Sidoarjo dan jajarannya tetap terjaga.

“Saya berharap semuanya tetap terjaga komunikasinya agar Sidoarjo tetap kondusif,” tutur polisi dengan tiga balok di pundaknya itu

Kepadakoranmemo.com, mantan Waka Polsek Taman, Polresta Sidoarjo ini sedikit bercerita terkait pengalaman pribadi dan kisah hidupnya.

Dengan penuh perjuangan mengikuti pendidikan (Pusdikmin) di Bandung selama 6 bulan, dirinya pun dinyatakan lulus.

“Setelah lulus pendidikan di tahun 1982, saya ditugaskan menjadi anggota Diskomlek (Dinas komunikasi dan Elektronika) di Polda Jatim,” cetusnya.

Sejurus kemudian, pada tahun 1983, dirinya mendapatkan rotasi tugas ke Timor-Timor. “Karena teman satu liting saya tidak bisa, saya harus menggantikannya,” ujarnya.

Kendati demikian, hal itu tidak menjadikan masalah besar. Dirinya mengaku siap jika ditempatkan dimanapun oleh pimpinan. “Saya siap ditempatkan dimana saja,” tegasnya.

“Ditempatkan di Pos Bin Polsek Welaluhu, Kab. Same, Polwil Timor- Timor, Polda Nusa Tenggara (Nusra),” ujarnya.

Saya ingat betul, lanjut pria kelahiran Jogjakarta ini, di tahun 1983-1984 saya bertugas sebagai polisi dan pengajar. “Disini cerita paling berkesan buat saya selama 36 tahun bertugas menjadi pelindung dan pengayom masyarakat,” ucapnya.

Untuk mengisi waktu senggangnya, dirinya juga memanfaatkannya dengan mengajar di luar jam pelajaran sekolah.

“Saat jaman itu, para siswa tidak berseragam dan belum memakai sepatu. Bahkan, ada yang telanjang kaki,” ungkapnya.

Lebih jauh Warto bercerita, sebagian murid berangkat ke sekolah hanya mengenakan baju seadanya. “Seragam sekolah masih susah didapat. Harus ke kota dulu,” katanya.

Bahkan, ketika kegiatan belajar mengajar di kelas, tidak semua siswa memiliki alat tulis dan buku baca. “Datang ke sekolah saja sudah cukup baik,” kesannya saat itu.

Pada suatu kesempatan, dirinya dan temannya pergi ke kota. Dimana disana banyak tempat belanja. “Saya berinisiatif menjual kalung emas 10 gram milik saya untuk dibelikan alat tulis, seragam dan sandal buat murid-murid,” tutup pria yang baru sepuluh hari kerja menjabat di Polresta Sidoarjo ini.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.