Jumlah TKI Menurun

Blitar, Koran Memo – Tren warga Kabupaten Blitar di tahun 2015 yang bekerja menjadi TKI menurun jika dibandingkan dengan tahun 2014. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Blitar, pada 2014 lalu  ada sekitar 4 ribu lebih  warga Kabupaten blitar yang menjadi TKI. Sedangkan sepanjang tahun 2015 kurang dari 3 ribu orang yang pergi keluar negeri menjadi TKI.

Hal  diatas diungkapkan oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Blitar, Yudi Priono kepada wartawan, Selasa (5/1). Menurutnya penurunan jumlah TKI ini terjadi karena kebanyakan TKI memilih untuk tidak kembali bekerja di luar negeri karena merasa sudah mampu mencukupi kebutuhan hidupnya pasca pulang ke tanah air. “TKI yang berhasil sudah banyak sekali jadi mereka tidak kembali ke luar negeri dan memilih bekerja di rumah, kebutuhan ekonominya dirasa sudah cukup,” kata Yudi.

Yudi menambahkan, negara yang paling banyak dituju oleh TKI asal Kabupaten Blitar yakni Taiwan, disusul Hongkong, Singapura, dan Malaysia. Disana para TKI bekerja di sektor informal dan profesi pembantu rumah tangga masih menjadi pilihan utama. “Khusus untuk informal ini tujuan Negara timur tengah untuk sementara ditutup. Untuk TKI Kabupaten Blitar yang terkena masalah disana jumlahnya sangat sedikit sekali. Kalaupun ada ya kita tahunya pas ada kejadian,” tambahnya.

Lebih lanjut Yudi menyampaikan, sepanjang tahun 2015 juga terjadi penurunan jumlah TKI yang meninggal saat bekerja di luar negeri.  Dari data yang dimiliki oleh Disnakertrans tercatat ada 7 orang TKI asal Kabupaten Blitar yang meninggal saat bekerja di luar negeri sepanjang tahun 2015. “Jumlah ini menurun jika dibanding tahun 2014 lalu  dimana ada 9 orang TKI asal Kabupaten Blitar yang meninggal saat bekerja diluar negeri. mereka yang meninggal merupakan ini merupakan TKI  berstatus legal maupun illegal,” terangnya.

Yudi menambahkan, para TKI yang meninggal di luar negeri ini adalah karena sakit maupun kecelakaan kerja. Rata-rata TKI yang bersatus ilegal ini ketika kontrak habis tidak melapor dan pindah majikan dan baru diketahui ketika dia sudah meninggal dunia. Dalam hal ini menurut Yudi, Pemkab Blitar memberikan perlakuan yang sama bagi TKI legal dan ilegal yang meninggal di luar negeri. Fasilitas seperti pemulangan jenazah yang legal dan illegal tidak dibedakan.

Sementara itu menanggapi turunnya jumlah TKI Kabupaten Blitar yang bekerja di luar negeri, Sekretaris Komisi 4 DPRD Kabupaten Blitar Gatot Darwoto menilai standar kehidupan masyarakat Kabupaten Blitar sudah semakin meningkat. “Kalau saran kami kepada para TKI yang sudah pulang agar tidak lagi bergantung bekerja di luar negeri dan berupaya mengembangkan usaha sendiri di rumah dengan modal uang yang dikumpulkan selama bekerja di luar negeri,” katanya.

Lebih lanjut Gatot menyampaikan, kedepan pihaknya  berharap Dinas Sosial dan Disnakertrans untuk  terus memberikan program yang bertujuan untuk meningkatkan  kesejahteraaan masyarakat Kabupaten Blitar agar taraf ekonomi masyarakat semakin meningkat dan tak lagi ketergantungan menjadi TKI di luar negeri.(fiq/rif)

Follow Untuk Berita Up to Date