Jokowi Tinjau Harga Beras dan Daging Ayam Di Pasar Ngemplak

Tulungagung, koranmemo.com – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerja ke Tulungagung, menyempatkan diri meninjau harga komoditas beras dan daging ayam di pasar Tradisional Ngemplak Jl Abdul Fatah, Kelurahan Botoran, Tulungagung, Jumat (4/1).

Dari pantauan koranmemo.com, rombongan Presiden tiba di lokasi pasar Ngemplak sekitar pukul 07.45 WIB. Kedatangan Jokowi disambut oleh ratusan pedagang maupun pembeli di pasar tersebut, yang sudah menunggu sejak pagi.

Dengan pengawalan ketat, Jokowi masuk ke dalam lorong pasar untuk meninjau harga komoditas beras maupun daging ayam. Yang pertama kali ditinjau oleh Jokowi yaitu harga beras. Menurut Jokowi, harga beras sangat berpengaruh terhadap naik turunnya inflansi.

“Yang pertama yang saya lihat harga beras, karena ini yang mempengaruhi terhadap perubahan inflansi, sehingga harga berasnya yang terlebih dahulu yang saya lihat,” kata Jokowi seusai meninjau harga di pasar Ngemplak Tulungagung, Jumat (4/1) pagi.

Lebih lanjut Jokowi menjelaskan, stabilisasi harga melalui operasi pasar Bulog mulai efektif. Berdasarkan informasi yang diterimanya setiap akhir tahun maupun awal tahun, yakni Desember – Januari kenaikan harga komoditas beras selalu tinggi. Namun setelah dicek langsung di lapangan harga masih stabil dan beras medium juga tercukupi.

“Harganya tadi setelah saya cek hanya Rp 8.500 per kilogram. Kalau di pasaran beras medium yang paling banyak, dan untuk stok juga aman Insyallah tidak ada masalah,” katanya.

Disinggung terkait harga daging ayam, kata Jokowi, dari hasil sidak dilapangan untuk harga daging ayam mengalami kenaikan Rp 1.000, dari sebelumnya harga Rp 31 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 32 ribu per kilogramnya. Kenaikan harga ini yang perlu diperhatikan, kendati kenaikan harga hanya Rp 1000.

“Sebab, kenaikan ini yang perlu kita soroti. Apa penyebab kenaikan harga daging ayam, meskipun naik Rp 1000 per kilogramnya,” jelasnya.

Jokowi menambahkan, persoalan kenaikan harga daging ayam perlu dipastikan apakah karena pasokan pakan ternak yang mempengaruhi harga atau yang lainya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan angka inflasi sepanjang 2018, dimana inflasi tercatat 3,13 persen, angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi periode 2017 yang sebesar 3,61 persen.

“Dan orang harus tahu atau harus mengerti bahwa inflansi rendah itu atau turun itu artinya harga juga ikut turun. Kalau inflansinya turun secara otomatis harga juga ikut turun. Jangan diartikan yang lain – lain, itu sudah rumus,” tegasnya.

Ketika blusukan di pasar Ngemplak Tulungagung, Jokowi juga membeli beras di salah satu toko sebanyak 5 kilogram dengan harga Rp 8.500 per kilogram. “Alhamdulillah, pak Jokowi berkenan mampir ke toko saya. Mimpi apa saya tadi malam hingga dagangan saya dibeli oleh bapak Presiden,” ungkap Kasmani salah satu pedagang sembako di pasar Ngemplak.

Rasa gembira juga diungkapkan oleh pedagang daging ayam Sukri, di tempatnya, Jokowi juga membeli daging ayam sebanyak 5 kilogram yang harga per kilogramnya Rp 32 ribu. Namun, Jokowi membayar senilai Rp 250 ribu. “Kalau harga ayam sekarang Rp 32 ribu, tapi tadi diberi uang Rp 250 ribu, Alhamdulillah,” kara Sukri sembari tersenyum.

Seusai belanja, Jokowi beserta dengan rombongan meninggalkan pasar tradisional Ngemplak untuk menuju ke Kampus STKIP di Desa Plosokandang. Guna melanjutkan kegiatan peresmian empat proyek di Kabupaten Tulungagung. Keempat proyek tersebut adalah Rusunawa STKIP Tulungagung, Rusunawa IAIN Tulungagung, Rusunawa Masyarakat berpenghasilan rendah dan Jembatan Ngujang II.

Reporter: Deny Trisdianto

Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date