Jembatan Widang Ambruk karena 3 Truk Ini

Lamongan,  koranmemo.comDirektorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi, saat gelar rilis dialokasi kejadian , Selasa (17/4) sekira  pukul 16.45 wib menyebutkan jembatan penghubung Widang Tuban dengan Babat Lamongan ambruk karena beratnya material yang diangkut oleh 3 truk  yang melintas secara bersamaan dalam satu titik bentangan jembatan.

Hal ini disampaikannya ketika meninjau lokasi musibah.

Dia menyebut, masing-masing truk itu mengangkut barang dengan berat masing-masing sekitar 30 ton. “Kalau tiga truk berapa beratnya ketika melintas bersamaan dalam satu titik bentangan,” ungkap Budi.

Sementara jembatan kini usianya hampir 35 tahun. Makanya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PU agar dilakukan semacam audit pada beberapa jembatan.

Bagaimana penanganan jembatan yang ambruk? Budi mengatakan menjamin dalam waktu satu bulan setengah akan selesai.”Empat puluh lima hari selesai, tapi itu jembatan bailey dan belum permanen,” ungkapnya.

Meski belum permanen, Budi menjamin sudah bisa dilalui. “Sehingga pada saat lebaran nanti tidak khawatir lagi,” tambahnya

Hasil rapat pihaknya dengan Kapolres Tuban, Lamongan, juga bersama Bupati Tuban dan Lamongan sore tadi, untuk penanganan arus kendaraan sudah ditentukan.

Semua truk dan kendaraan besar dari Surabaya diarahkan melalui tol Manyar melalui Paciran, Tuban. Kalau sampai ada yang lolos, di pertigaan Babat diarahkan ke Bojonegoro, Cepu, Blora, Purwodadi ke arah Semarang.

“Jembatan Babat yang masih bisa ini ,jembatan sebelah  timur,  akan dipakai untuk kendaraan kecil,” katanya.

Dan jembatan akan dibuat dua arah yang khusus untuk kendaraan kecil. Sebaliknya kendaraan besar dari  Tuban diarahkan ke Jalan Faendels, Paciran hingga ke Gresik.

Reporter: Suprapto

Editor: Achmad Saichu