Jembatan Putus Akibat Bencana

Bupati Memotivasi Warga Agar Waspada

Trenggalek, Memo – Hujan deras yang mengguyur Trenggalek, mengakibatkan beberapa infrastruktur, terutama jembatan dan jalan, rusak parah. Bupati Emil Elestianto Dardak pada Rabu (11/5), meninjau daerah yang terkena bencana akibat hujan yang mengguyur pada Senin (9/5).

Jembatan Pakel Pule dilihat langsung Bupati Emil (Rudy/Memo)
Jembatan Pakel Pule dilihat langsung Bupati Emil (Rudy/Memo)

Kerusakan jembatan terjadi di desa Pakel Kecamatan Pule dan juga jembatan yang menghubungkan Kecamatan Pule menuju Kecamatan Dongko. Keduanya rusak parah. Jembatan ambrol hingga memutus jalur antar dua kecamatan tersebut.

“ Dalam waktu dekat kita akan koordinasi dan berkonsultasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas agar bencana luapan air akibat hujan yang mengakibatkan infrastruktur jalan maupun jembatan rusak, tidak terulang lagi,” kata Emil, Rabu (11/5).

Ditambahkannya, di Trenggalek ada sejumlah titik arteri penghubung antar kecamatan yang bersinggungan langsung dengan jalur sungai, dimana jelas berpotensi terjadi erosi yang memicu bencana longsor.

Seperti yang baru saja terjadi, tanah longsor di Desa Gamping Kecamatan Suruh. Akibatnya separuh badan jalan amblas dan   sangat berbahaya. Jalan yang amblas ini merupakan akses  utama yang menghubungkan Kecamatan Pule dengan Kecamatan Suruh.

Mendapat laporan tersebut, Bupati didampingi Kadis PU dan Binamarga, Kepala BPBD dan Muspika langsung sidak dan memastikan langkah apa yang akan dilakukan agar jembatan segera bisa ditangani.

“Untuk sementara, warga sekitar bergotong royong membuat jembatan darurat  agar akses jalur bisa dilalui,”imbuhnya.

Bupati meminta Dinas terkait segera membangun kembali jembatan tersebut.

Sedangkan tanah longsor yang mengakibatkan badan jalan amblas di Desa Gamping perlu penanganan serius karena daerah ini rawan longsor. Longsorini karena disisi bawah jalan adalah sungai yang sewaktu-waktu akan menggerus tebing dan mengakibatkan longsor.

“ Masyarakat juga harus mawas diri, waspada dan selalu tanggap bencana sesuai arahan pemerintah, seperti BPBD, Polsek dan stake holder yang berkecimpung dalam penanggulangan bencana,” tuturnya.

Bupati menghimbau, karena jalur yang terdampak bencana sangat strategis, untuk segera memulihkannya tidaklah mudah. Melihat kondisi tanah yang curam dan rawan longsor maka  untuk sementara penanganannya dengan melebarkan jalan ke arah berlawanan dengan sungai.

“Namun untuk melebarkan jalan ini harus dicek betul dua sampai tiga kali dan harus memperhatikan betul apakah potensi longsor atau tidaknya. Jangan sampai menimbulkan masalah baru,” tambahnya.

Untuk itu, Emil berharap masyarakat pro aktif dan sering  berkoordinasi dengan pemerintahan desa setempat .

“ Manfaatkan tiga pilar untuk mewaspadai bencana yang mengancam, termasuk Bhabinkamtibmas, Babinsa serta Pemdes,” tutupnya.  (Rud/Haz)

Follow Untuk Berita Up to Date