Jembatan Penghubung Tiga Kecamatan Putus

Ngawi, koranmemo.comJembatan yang menghubungkan tiga Kecamatan di Desa/Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi putus. Akibatnya, perekonomian warga terhambat.

Hingga kini, Pemkab Ngawi belum melakukan perbaikan terhadap jembatan penghubung antara Kecamatan Kasreman, Padas, dan Bringin tersebut. Akibatnya, dikeluhkan warga setempat.

“Sudah lama jembatan tersebut rusak. Apalagi setelah diterjang banjir dua bulan lalu, tapi belum juga diperbaiki, akibatnya putus,” kata Suryadi warga setempat. Minggu (27/5).

Pantauan wartawan koranmemo.com di lapangan, kendaraan roda 4 maupun roda 2 yang biasa melintas di jembatan sepanjang 15 meter tersebut sekarang harus memutar sejauh 6 kilometer.
“Karena dinilai berbahaya bagi warga maupun pengguna jalan lainnya, warga setempat terpaksa menutup akses jalan tersebut menggunakan bambu dan tong,” terangnya.

Selain itu, Dedy Setiawan yang juga warga setempat mengatakan, putusnya jembatan tersebut dinilai menghambat laju perekonomian warga setempat. Dia mencontohkan,  distribusi hasil pertanian, dan para pedagang toko yang biasanya ramai menjadi sepi karena para pengguna jalan tidak melalui jalan tersebut.

“Seingat kami, jembatan ini dibangun pada 2012 lalu. Jembatan ini sangat berpengaruh untuk warga sini,” ungkapnya.

Warga setempat berharap Pemkab Ngawi segera memperbaiki jembatan itu. Dan melalukan pelebaran pada jalan tersebut. “Yang prioritas ya jembatan itu, kemudian jalannya kami minta dilebarkan agar saat simpangan tidak menunggu alias bergantian,” tuturnya.

Terpisah, Kasi Teknik Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ngawi Fauzi mengaku pihaknya sudah menerima laporan terkait rusaknya jembatan tersebut. Menurut Fauzi, jembatan tetap akan diperbaiki namun tidak bisa tahun 2018 ini. “Sebelumnya sudah kami anggarkan untuk sayap jembatannya.

Tapi saat itu kondisinya tidak memungkinkan, akhirnya anggaran kami alihkan dulu,” jelasnya kepada wartawan koran ini melalui handphone.

Dikatakan Fauzi, jembatan tersebut akan diperbaiki pada tahun anggaran 2019 mendatang. Sebab, jika dipaksakan tahun ini jelas tidak bisa karena perencanaan membutuhkan waktu 6 bulan. “Anggarannya sekitar Rp 2,5 milliar,” pungkasnya.

Reporter: Dika Abdillah/Juremi

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date