Jembatan Lama dari Arah Barat Ditutup Selama 3 Hari, Ada Apa

Kediri, koranmemo.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri akan menutup sementara arus lalu lintas pada sisi timur Jembatan Brawijaya. Hal ini dikarenakan pada titik tersebut akan dilakukan pengerjaan oprit ujung timur jembatan sebagai bagian dari penyelesaian jembatan baru tersebut. Rekayasa lalu lintas dilakukan demi kenyamaan masyarakat pengguna jalan.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Kediri, Apip Permana mengatakan, rekayasa lalu lintas itu akan dimulai tanggal 12 sampai 14 September. Pasalnya, pengurukan jalan dengan tanah yang kemudian dipadatkan atau Oprit akan dilakukan mulai bibir timur Jembatan Brawiajaya sampai pertigaan titik bertemunya ujung Jalan Brawijaya, Jalan Yos Sudarso, dan Mayjen Sungkono.

“Benar kita akan melakukan penutupan jalan karena ada proses pengerjaan Oprit pada timur jembatan. Selama tiga hari mulai tanggal 12 September pukul 06.00 WIB sampai 14 September 2018, dengan pengerjaan ini kita berharap masyarakat atau pengguna jalan bisa memaklumi,” katanya.

Apip menambahkan, untuk memudahkan pengguna jalan pihak Dinas Perhubungan akan melakukan rekayasa lalu lintas. Seluruh kendaraan roda enam atau lebih akan dilewatkan Jembatan Bandar Ngalim, sedangkan roda dua atau empat bisa melewati jalan yang telah disediakan. Pertama dari arah Mojoroto ke arah timur ditutup total karena jembatan lama hanya dibuat satu arah ke arah barat saja itu pun hanya untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Selain itu, pengguna jalan menuju ke Semampir dari Jalan Brawijaya akan ditutup total dan diarahkan ke Jalan WR Suparatman lalu Jalan Ronggo Warsito atau timur GNI satu arah ke barat. Dan, Jalan Diponegoro tetap satu arah ke timu karena semua pengguna jalan yang menuju ke arah barat diarahkan melalui Jalan Ronggowarsito.

“Awalnya, Jalan Diponegoro akan dibuat dua arah ke timur dan barat. Mengingat jalan tersebut  sering terjadi kepadatan arus lalu lintas di depan SMPN 1 Kota Kediri, pertemuan pertigaan Jalan WR Supratman dan Jalan Diponegoro menyebabkan antrean panjang pada sisi timur jembatan, jadi atas beberapa alasan itu Jalan Diponegoro tetap satu arah,” tandas Apip Permana.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Jembatan Brawijaya Kota Kediri mulai dilanjutkan pengerjaannya setelah mangkrak mulai tahun 2013. Penyelesaian pengerjaan yang menyisakan 15 persen tersebut diharapkan selesai pada akhir Desember 2018 dengan telah dianggarkan dari APBD 2018 sekitar Rp 11 miliar.

Reporter : Zayyin multazam

Editor : Achmad saichu

Follow Untuk Berita Up to Date