Jelang Sidang MK, GUIB Kota Madiun Tolak Aksi Kerusuhan

Madiun, koranmemo.com – Menjelang sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, sejumlah tokoh menyampaikan seruan menolak adanya tindak kekerasan dan kerusuhan yang dapat memecah belah bangsa ini.

Seperti yang disampaikan Ketua Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Kota Madiun, Rosyid Anwarudin. Pihaknya sepakat menolak aksi yang berpotensi kerusuhan saat sidang MK digelar, hingga putusan MK ditetapkan. Menurutnya, lebih baik semua pihak menerima dan mematuhi keputusan yang nantinya ditetapkan oleh MK.

“Marilah kita jadikan Idul Fitri ini sebagai momentum untuk melakukan islah, menebar kedamaian, mempererat persaudaraan ditengah keberagaman demi memperkuat NKRI,” katanya.

Rosyid mengimbau kepada semua pihak agar tidak terpengaruh terhadap konten dan ajakan negatif yang mengarah pada provokasi menyikapi sidang MK. “Mari kita hindari dan jauhi segala bentuk pemaksaan kehendak dan aksi-aksi kerusuhan,” tuturnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemerintah, TNI dan Polri. Apalagi kinerja pemerintah, TNI dan Polri dalam mengawal jalannya demokrasi selama ini patut diapresiasi.

“GUIB Kota Madiun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemerintah, TNI, dan Polri dalam mengawal jalannya demokrasi di negara ini,” himbaunya. (Adv)

Reporter: M Adi Saputra

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date