Jelang Pilwali Malang: Berubah Jadi Pendukung, Nasdem Tak Antar Nanda-Wanedi ke KPU

Share this :

Malang, koranmemo.com – Saat pasangan calon (paslon) Ya’qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi daftar sebagai calon wali kota dan wakil wali kota ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, satu partai pengusung mereka yakni Partai Nasdem tidak turut mengantar ke Kantor KPU, Rabu (10/1). Dengan hal tersebut, KPU menetapkan Partai Nasdem yang tadinya sebagai partai pengusung menjadi partai pendukung.

Ketua KPU Kota Malang Zaenudin mengatakan, pada prinsipnya partai politik yang belum tergabung dalam koalisi berhak mengusung atau mendukung partai lain. Hal tersebut masuk salah satu persyaratan pencalonan paslon. Jika partai pengusung tidak hadir di KPU maka statusnya berubah sebagai partai pendukung.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Ya’qud Ananda Gudban, calon wali kota mengatakan, bahwa Ketua DPD Nasdem Kota Malang, M. Fadli tidak hadir karena ada kesalahan komunikasi.

“Mungkin pihaknya kurang memahami terkait proses pendaftaran secara benar. Tadinya hadir saat deklarasi, lalu berangkat ke Jakarta. Dikiranya setelah tanda tangan proses selesai dan tidak harus datang ke KPU,” ungkapnya.

Sebelumnya, Fadli membacakan surat keputusan rekomendasi Partai Nasdem kepada Nanda-Wanedi bersama partai pengusung lainnya di Jalan Simpang Balapan, Kota Malang sebelum berangkat mendaftar ke KPU Kota Malang. “Ketidakhadiran Nasdem, hanya misskomunikasi. Jadi kita akan susulkan persyaratan yang diminta KPU,” pungkasnya.

Dengan keputusan ini, Partai Nasdem berstatus sebagai partai pendukung bukan pengusung seperti, Partai Amanat Nasional, PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Hanura.

Reporter: Yudha Kriswanto

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz