Jelang Pilkada Serentak, Massa dan Polisi Terlibat Bentrok?

Kediri, Koranmemo.com – Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) kerusuhan terjadi antara sekelompok massa dengan aparat kepolisian di Kota Kediri, Kamis (18/1). Massa dari berbagai elemen itu melakukan unjuk rasa dan menjarah sejumlah toko di Kota Kediri. Jumlah massa yang semakin bertambah membuat situasi semakin tidak kondusif.

Massa yang semakin beringas melakukan serangan secara brutal kepada aparat kepolisian. Petugas kepolisian yang disiagakan mengamankan jalannya kampanye maupun tahapan pilkada tak dapat membendung jumlah massa yang semakin bertambah.

Untuk membendung aksi massa yang semakin tak terkendali petugas menerjunkan puluhan personil dari berbagai satuan yang sudah disiagakan. Letupan tembakan gas air mata juga menghujani puluhan aksi pendemo yang semakin “membabi buta”.

Selain menyerang petugas dengan melempari puluhan botol dan membakar ban, aksi penculikan juga mewarnai jalannya  demo sekelompok massa yang merasa kecewa karena menilai tidak transparasinya pilkada atau mencoba memanaskan suhu politik di Kota Kediri. Bahkan, sebagian dari massa nekat meneror dengan memasang bom waktu.

Untuk mengurai aksi brutal dan menumpas teror bom, diterjunkan tim Jihandak dan pasukan Brimob Kompie C Kediri.

Demikian simulasi yang digelar Polresta Kediri sebagai persiapan pengamanan Pemilukada Juni mendatang. Simulasi itu sebagai persiapan petugas dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di Pilkada yang digelar serentak.

“Sistem Pengamanan (Sispam) Kota ini bertujuan untuk melatih kesiapan anggota dalam melakukan pengamanan menjelang Pilkada serentak,” ujar AKBP Anthon Haryadi, Kapolresta Kediri, dalam Sispam Kota yang digelar di Gor Jayabaya Kota Kediri, Kamis (18/1).

Simulasi sebanyak lima adegan ini untuk mengantisipasi kericuhan di zona yang sudah dipetakan maupun titik potensi kerawanan lainnya. Simulasi yang diikuti sekitar 600 personil gabungan TNI dan Polri ini juga dihadiri tiga pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Kediri periode 2018-2023.

“Sebagai antisipasi pengamanan mulai tahapan-tahapan sampai pesta demokrasi itu berlangsung. Untuk wilayah hukum Polresta Kediri ada dua pemilihan yaitu pemilihan wali kota dan pemilihan gubernur. Selain itu kami juga melakukan cyber patrol untuk sebagai antisipasi adanya tindakan yang tidak diinginkan melalui media sosial,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.