Jelang Pilkada 2020, KPU Prediksi Ada 6 Paslon

Kediri, koranmemo.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri memperkirakan maksimal ada enam pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati  pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) September Tahun 2020 mendatang. Sebelumnya, diprediksi ada 7 paslon yang akan menjadi peserta pilbup.

Komisioner KPU Kabupaten Divisi SDM dan Parmas, Nanang Qosim menjelaskan, saat mengajukan rencana anggaran biaya (RAB) pilbup, KPU memperkirakan  ada tujuh formasi untuk paslon, tiga untuk paslon independen dan empat untuk paslon yang diusung dari partai politik (parpol).

 “Setelah dilakukan pengkajian, formasi tersebut berubah menjadi tiga untuk independen dan tiga untuk parpol,” jelasnya, Selasa (10/9).

Untuk menentukan banyak formasi paslon Bupati, lanjutnya, KPU Kabupaten Kediri tetap memperhatikan Peraturan KPU (PKPU) Pusat. Namun, sejalan dengan tahapan yang dilaksanakan oleh KPU dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pada Oktober mendatang, masih ada kemungkinan perubahan formasi tersebut.

Perubahan formasi tersebut tidak hanya bisa mengubah jumlah maksimal formasi paslon, tapi juga bisa mengubah perbandingan jumlah paslon indepen dan paslon dari parpol. “Kan kemungkinannya seperti itu. Misalnya, dalam tahapan ternyata ada perubahan yang sebelumnya tiga untuk paslon independen, berubah menjadi dua untuk paslon independen dan empat untuk paslon parpol atau jumlahnya bertambah,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan tersebut bisa terlihat dari perkembangan pengambilan formulir bakal calon bupati dan wakil bupati di partai politik. Sudah ada dua sampai tiga bakal paslon yang mengambil formulir pendaftaran dari parpol. KPU juga akan melakukan verifikasi berkas maupun faktual, untuk paslon dari parpol KPU akan berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) parpol.

Parpol yang berhak mengajukan paslon disyaratkan harus memenuhi 20 persen dari jumlah kursi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri. “Jadi, untuk paslon yang diusung oleh parpol minimal sebanyak 10 kursi di DPRD, karena jumlah kursi ada 50. Untuk paslon independen atau paslon parpol yang belum memenuhi 20 persen kuota kursi, maka harus memenuhi 25 persen dari jumlah suara sah atau sekitar 78.000 suara,” tuturnya.

Nanang berharap, bagi siapapun yang akan mendaftarkan diri sebagai paslon dalam Pilkada 2020 nanti, harus memperhatikan dan menyiapkan semua persyaratan. “Persyaratan ini wajib untuk dipenuhi, baik dokumen pribadi atau dokumen pendukung lainnya juga harus real. Termasuk bukti persyaratan lain juga harus real,” imbuhnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date