Jelang Pilbup Tulungagung, Siapkan Alat Pemecah Massa

Tulungagung, koranmemo.com – Suhu politik pemilihan bupati (pilbup) Tulungagung tampaknya bakal terus memanas. Karena dipastikan dua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati bakal bertarung untuk merebut kemenangan. Kedua pasangan tersebut adalah pasangan incumbent Syahri Mulyo-Maryoto Birowo dan pasangan Margiono (ketua PWI Pusat) — Eko Prisdianto (dalang).

Polres Tulungagung menyiapkan pengamanan sejak dini. Salah satunya dengan melengkapi alat LARD. Fungsi alat ini memecah massa karena menghasilkan  suara sangat mendenging.

Selaian LARD, Polres juga menyiapkan Shabara Kit, yang terdiri dari sarung tangan, police line, kantong mayat. Jumlahnya 19 kit. Itu semua disiapkan dalam menghadapi massa yang tidak terima dengan hasil pilbup mendatang.

Kapolres Tulungagung AKBP Yong Ferrydjon mengatakan pengamanan pilkada sudah disiapkan sejak awal. Sesuai dengan rencana Polres bakal menerjunkan ¾ anggotanya atau sekitar 750 orang. Anggota polri juga akan ditambah dari TNI dan instansi lainya.

“Insyallah kami siap mengamankan pilkada,”tegas Yong Ferrydjon  usai memimpin apel  pengamanan pilkada di halaman Mapolres Jl Ahmad Yani Timur, Jumat (5/1).

Dijelaskan, apel tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan pengamanan dalam pilkada. Selain mengecek jumlah personel, sarana dan prasarana pendukung juga tak luput dari pemeriksaan. “Ini sebagai bukti jika kami siap mengawal pilkada,” tegasnya.

Dillanjutkan, kesiapan ini menurutnya sudah dilakukan sejak awal. Bahkan, pihaknya juga sudah membuat tim cyber kusus yang bertugas memantau media sosial di setiap tahapan pilkada.”Kalau ada indikasi pelanggaran UU ITE, kami akan langsung proses,” ujarnya.

Dikatakan, yang tak kalah penting yaitu, bagaimana bisa memberikan rasa aman bagi penyelenggara pilkada serta warga untuk bisa menentukan hak pilih sesuai hati nurani. “Saya yakin kalau kita bekerja profesional dan proposional semua pasti berjalan lancar, tertib, dan aman, “imbuhnya.

Ditambahkan, bagi calon Bupati dan Wakil Bupati nantinya juga akan mendapatkan pengawalan dari institusinya. Menurutnya setiap Paslon akan mendapatkan pengawalan satu regu yang terdiri dari 12 pengawal pribadi. Dua pengawal nanti akan melekat ke masing-masing calon bupati dan wakil bupati. “Ada 96 personil yang kini masih mengikuti seleksi walpri,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Syahri Mulyo mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya, beda pilihan itu wajar, karena pastinya warga menginginkan pemimpin yang terbaik untuk Tulungagung.

“Pilihan beda wajar, yang penting tetap saling menghormati dan menghargai serta menjaga kedamaian,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua KPU Suprihno mengapresiasi atas kesiapan Polres dan jajaran untuk mengawal pilkada. Dengan demikian, KPU sebagai salah satu penyelenggara merasa terjamin keamanannya.

“Kita tidak bekerja sendiri, melainkan diback up oleh semua instansi,” katanya.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.