Jelang Pilbup Nganjuk: Verifikasi Syarat Bakal Paslon, Satu Calon Terancam Dicoret

Nganjuk, koranmemo.com – Pasca pendaftaran tiga bakal pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nganjuk mulai melakukan penelitian guna penyempurnaan berkas dari ketiga paslon pendaftar tersebut. Hasilnya, petugas KPU menemukan ijazah SLTA sederajat seorang bakal calon (balon) yang belum dilegalisir, sehingga terancam dicoret dari kontestasi Pilbup (pemilihan bupati) Nganjuk 2018.

Proses verifikasi atas berkas sebagai syarat pendaftaran para calon bupati atau wakil bupati mulai dilakukan KPU guna validasi data. Dengan menggandeng verifikator dari dinas pendidikan dan Kemenag, tim validasi menemukan ijazah belum terlegalisir, padahal ijazah SMA diwajibkan untuk legalisir.

“Sejauh ini sudah dipenuhi semua, cuma apakah sudah sempurna sesuai PKPU masih dilakukan proses penelitian. Tentunya seperti temuan hari ini, akan menjadi proses perbaikan hingga tanggal 20 Januari 2018,” ujar Pujiono, Komisioner KPU Nganjuk, Jumat (12/1).

Disinggung mengenai ijazah SLTA dari Paslon siapa yang belum dilegalisir, Pujiono masih enggan untuk menyebutnya. “Untuk nama kami belum bisa sebutkan karena sedang dalam pemeriksaan UPTD Dinas Pendidikan Provinsi dan Kementerian Agama. Tentu jika sampai tanggal 20 belum dilegalisir, maka berkas pendaftaran akan dinyatakan tidak memenuhi syarat,” jelas Pujiono.

Diberitakan sebelumnya, hingga hari terakhir pendaftaran ada tiga bakal pasangan calon yang mendaftar ke KPU Nganjuk, masing-masing, Novi Rahman Hidayat-Marhaen Djumadi yang diusung PDIP (11 kursi), PKB (6 kursi), dan Hanura (3 kursi). Paslon kedua, Siti Nurhayati (Hanung)-Bimantoro Wiyono yang diusung Partai Gerindra (7 kursi), Partai Demokrat (4 kursi), PAN (1 kursi), dan PPP (2 kursi). Sedangkan paslon ketiga Desy Natalia Widya-Ainul Yakin yang diusung Partai Golkar (6 kursi), Nasdem (4 kursi), dan PKS (1 kursi).

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.