Jelang Pilbup Nganjuk, Surat Kematian Pengurus Parpol Bikin Paslon Desy Deg-degan

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Gara- gara surat kematian pengurus parpol (partai politik), pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Nganjuk, Desy Natalia Widya-Ainul Yakin menjadi deg- degan saat mendaftar ke KPU Kabupaten Nganjuk ,Rabu (10/1) malam.

“Saya deg-degan karena di detik-detik terakhir ada berkas yang kurang, yakni surat keterangan kematian dari pengurus Partai Nasdem yang sudah meninggal. Tapi Alhamdulillah semua berkas akhirnya lengkap dan diterima KPU. Ini saya masih deg-degan sampai kehabisan kata-kata,” ujarnya saat sesi wawancara dengan pewarta sekitar pukul 23.00 WIB.

Pantauan koranmemo.com, sekitar pukul 20.45 WIB, arak-arakan paslon Desy-Yakin yang berpakaian serba kuning-biru mendaftar ke KPU Kab. Nganjuk.

Mereka diarak oleh ratusan tukang becak mmdengan membawa berbagai atribut partai. Setelah mengisi daftar hadir, paslon beserta perwakilan pengurus parpol pengusung memasuki ruangan KPU untuk proses penyerahan berkas.

“Mewakili Golkar, Nasdem, dan PKS yang merupakan partai pengusung, perkenalkan Cabup kami Desy Natalia Widya dan Cawabup Ainul Yakin. Dua pasangan ini sudah melalui beberapa proses seleksi, hari ini kami menghaturkan syarat untuk pencalonan Cabup-Cawabup periode 2018-2023,” ujar Ketua DPD Golkar Kabupaten Nganjuk, Soemitro Samadikoen dalam sambutan.

Pada saat mwnunggu ferivikasi, sontak suasana menjadi tegang ketika petugas KPU melakukan pengecekan sejumlah berkas. Pasalnya ada  satu berkas dari parpol pengusung yang kurang. Salah satu kekurangan tersebut adalah surat keterangan kematian dari desa dimana pengurus parpol meninggal atau surat mandat dari pengurus yang ada di atasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Nganjuk, Agus Rahman Hakim mengatakan, sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) pasangan calon yang mendaftar harus menyertakan lima item surat secara langsung pada saat melakukan pendaftaran. Adapun lima item itu di antaranya, Form pencalonan dari DPC atau DPD setempat (Kabupaten/Kota), Rekom dari DPP, surat penyataan visi misi, surat pernyataan kesepakatan paslon dengan parpol pengusung dan surat kontrak parpol dengan paslon. “Lima item tersebut harus disertakan di hari pendaftaran, kalau tidak ada tidak bisa diberi TT (tanda terima),” jelasnya.

Sedangkan untuk Paslon Desy-Yakin, salah satu kekurangannya adalah surat dari salah satu paslon pengusung, dimana pengurusnya meninggal dunia namun masih tercantum di surat yang dilampirkan sebagai syarat tanpa menyertakan surat keterangan kematian dari desa dimana pengurus tinggal atau mandat dari pengurus diatasnya.

“Kita langsung memberikan dua opsi kepada parpol pengusung, menyertakan surat kematian dari pengurus yang sudah meninggal atau memberikan surat mandat dari pengurus di atasnya, kalau di sini (Kabupaten/Kota) itu DPC atau DPD, sesuai PKPU harus disertakan surat mandat dari pengurus DPD provinsi atau DPP,” tandasnya.

Beruntung sekitar pukul 22.45 WIB,atau tepatnya setelah sekitar dua jam menunggu akhirnya berkas pendaftaran bisa dilengkapi sebelum penutupan pendaftaran, yakni pukul 24.00 WIB

Untuk diketahui, paslon Desy-Yakin diusung oleh Partai Golongan Karya dengan 6 kursi DPRD, Partai Nasional Demokrat (NasDem) dengan 4 kursi dan Partai Keadilan sejahtera (PKS) dengan satu kursi.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz