Jelang Pilbup Nganjuk, Menebak Arah Rekom Partai Golkar

Nganjuk, koranmemo.com-Waktu pendaftaran pasangan Calon Bupati maupun Calon Wakil Bupati Nganjuk ke KPU tinggal sekitar seminggu lagi. Kendati demikian sampai kini Partai Golkar Kabupaten Nganjuk sebagai pemegang 6 kursi legislatif belum mengumumkan siapa kandidat yang akan memperoleh tiket dari partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Nganjuk, Firman Adi Suryo Bhawono saat dikonfirmasi Koranmemo.com masih enggan mengatakan siapa kandidat yang mendapatkan restu Partai Golkar di tingkat DPP. Dia hanya memastikan jika rekomendasi dari Golkar untuk kontestasi Pilkada 2018, khususnya di Nganjuk keluar pada 5 Januari 2018 mendatang. “Tunggu saja sampai tanggal 5 (Januari), nanti juga akan diumumkan oleh DPP,” ujarnya, Senin (1/1).

Mengenai kemungkinan kandidat yang paling berpeluang memperoleh rekom, Firman menegaskan jika pihak DPD Golkar Kabupaten Nganjuk tidak memiliki wewenang dan tidak berani memberikan keterangan apapun.

“Kalau kami dari DPD Golkar Nganjuk belum berani mengatakan, ini saja dari pusat (DPP-red) kan masih melakukan seleksi dengan ketat, tunggulah beberapa hari lagi, tanggal 5 pasti diumumkan,” tukasnya.

Disinggung perihal kemungkinan besar arah koalisi yang akan dijalin DPD Golkar Kabupaten Nganjuk, Firman dengan yakin menyebut Partai Nasdem. Menurutnya, antara Partai Golkar Nganjuk dengan Nasdem sudah menjalin sebuah komitmen lantaran hampir memiliki kesamaan visi misi.

“Koalisi dengan Partai Nasdem karena sebelumnya sudah ada komitmen, selain itu dari visi misi juga hampir memiliki kesamaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Kabupaten Nganjuk, Albert Pieter Lasut, saat dikonfirmasi Koran Memo pada Senin (1/1) sore melalui telepon seluler menyampaikan, untuk rekom dari partainya sudah diberikan kepada Desy Natalia Widya tertanggal 28 Desember 2017. Sehingga, Cabup Desy sudah memiliki modal 4 kursi legislatif dan harus berusaha menutup kekurangan 5 kursi lagi guna memenuhi syarat minimal pencalonan, yakni 9 kursi.

“Kalau rekom dari DPP Nasdem diberikan kepada Desy N Widya, tinggal Mbak Desy tugasnya merangkul parpol lain guna memenuhi syarat minimal pencalonan, yaitu 9 kursi. Kan di Nasdem kita punya 4 kursi, jadi harus nyari lagi,” ujar Ketua DPD Nasdem Kabupaten Nganjuk.

Apakah kemungkinan Nasdem berkoalisi dengan Golkar dalam mengusung Desy Natalia Widya ?

Menanggapi hal itu, Peter mengatakan jika komunikasi dengan parpol lain diserahkan kepada kandidat yang diusung itu sendiri. Namun, Peter menegaskan jika ada parpol lain yang meminta mengusung Desy, maka untuk posisi Cabup harus sejalur dengan Nasdem.

“Jika ada parpol yang meminta Mbak Desy untuk diusung, maka harus nurut dengan Nasdem, alias calon bupati harus Mbak Desy. Gak bisa tidak, karena kita berkomitmen dengan bupati (terpilih), ini bukan komitmen jangka pendek melainkan untuk lima tahun ke depan,” tegasnya.

 Lebih lanjut, Peter berharap agar koalisi dalam Pilkada serentak 2018 bisa linear mulai dari Pibup Nganjuk hingga Pilgub Jawa Timur. Menurutnya, hal itu akan mempermudah langkah partai sehingga kinerja mesin partai lebih efektif.

“Harapan kami bisa linear antara koalisi parpol dalam Pilbub maupun Pilgub. Kalau kami berharap hingga Pilpres partai yang berkoalisi linear juga. Ini nanti tanggal 4 Januari 2018 ada deklarasi sekaligus penyerahan SK dukungan terhadap 18 Kabupaten / kota dan 1 Provinsi di Jawa Timur,” pungkasnya.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.