Jelang Pilbup Madiun, PDIP Yakin Djos-To  Menang

Share this :

Madiun, koranmemo.com-Di tahun politik, PDI Perjuangan optimis pasangan Djoko Setijono – Suprapto (Djos-To) yang diusung partainya bersama PKB pada pemilihan bupati (Pilbup) Madiun 2018 akan memenangi kontestasi.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Y. Ristu Nugroho, saat menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) Pemenangan Pilkada Serentak 2018 DPC PDIP Kabupaten Madiun di kantor DPC PDIP setempat, Rabu (10/1).  “Kita yakin, pada Pilkada nanti pasangan Djos-To pasti menang,” kata Ristu disambut aplaus kader PDIP se Kabupaten Madiun.

Tampak hadir dalam kegiatan itu, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun, anggota Fraksi PDIP, pengurus PAC dan Anak Ranting PDIP, perwakilan pengurus DPC PKB setempat, serta pasangan bakal calon bupati dan wakil Bupati Madiun Djos-To.

Kedatangan Ristu, sekaligus menyerahkan SK Rekomendasi DPP PDI Perjuangan yang telah ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristyanto, kepada pasangan cabup dan cawabup Djos-To.

Menurut Ristu, keyakinannya meraih kemenangan, tidak lain pasangan Djos-To diusung oleh partai pemenang Pemilu 2014, dimana PKB meraih 13 kursi dan PDIP 8 kursi. Ditunjang, struktural yang lengkap sampai anak ranting.

Sisi lain dilandasi kekompakan seluruh kader nasionalis-religius (PDIP dan PKB),  pada Pilkada 2018, juga tidak ada paslon dari petahana. Bahkan, sesuai hasil survei dilakukan PKB dan PDIP, popularitas dan elektabilitas pasangan Djos-To diatas angin dibanding paslon yang diusung parpol lain.  “Karena itu, kita akan memenangkan pertarungan ini. Penting semangat kita untuk bertempur dan segera melakukan sosialisasi pasangan Djos-To,” katanya.

Pihaknya juga menyakini, masyarakat Kabupaten Madiun akan memilih calon pemimpin yang sudah berpengalaman, terbukti peduli terhadap masyarakat dan mampu meneruskan program pembangunan yang sudah berjalan.

“Kita pasti tidak terima jika Kabupaten Madiun dipimpin oleh orang yang masih belajar dan coba-coba. Hanya pasangan Djos-To lah yang sudah disiapkan lama oleh Mbah Tarom (Bupati Madiun,red), karena mampu meneruskan program pemerintahan sekarang,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Anang Dwi Sujatno. Bahwa PDIP berkoalisi dengan PKB, karena sudah berpengalaman menang. Selain memiliki keterwakilan di DPRD total 21 kursi, juga struktural partai sampai desa.

“Rakercabsus ini merupakan hari spesial, karena pada 10 Januari 2018 bertepatan dengan HUT PDIP ke 45.  Karena iu, kita harus ikhlas dan bertekad untuk memenangkan pasangan Djos-To. Jika ada kader yang masih ragu, silahkan mengundurkan diri,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, bakal calon bupati madiun Djoko Setijono, mengatakan bahwa PKB dan PDIP hanya ruangannya saja berbeda, tetapi sama-sama sebagai partai ideologis, partai penjaga NKRI.

“PKB ideologisnya rahmatan lil ‘alamin, penegak Ahlussunnah Wal Jamaah, menghomati perbedaan, keberagaman dan kebhinekaan, tapi tetap dalam kerangka NKRI, demikian juga dengan PDIP,” katanya.

Karena itu, dia mengingatkan kepada seluruh kader PDIP dan PKB, bahwa perjuangan Pilkada 2018 tidak sekedar untuk memenangkan kandidat, tapi juga memperjuangkan ideologi nasionalis-religius. “Termasuk dari teman-teman Partai Perindo yang satu dalam bingkai NKRI. Kita harus jadi garda terdepan menjadi ujung tombak mempertahankan NKRI dengan memenangkan Pilkada,” tandasnya.

Reporter: Juremi

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz