Jelang Pilbup Madiun, Koalisi Nasionalis-Religius Daftarkan Djos-To ke KPU

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Koalisi PKB – PDI Perjuangan mendaftarkan pasangan calon (paslon) Djoko Setijono dan Suprapto (Djos-To) sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Madiun pada Pilbup (pemilihan bupati) Madiun 2018 di KPU setempat di hari terakhir, Rabu (10/1) pukul 16.20 WIB.

Pantauan di lapangan, pasangan nasionalis – religius itu diantar  ratusan massa pendukung dan simpatisan PDIP dan PKB se Kabupaten Madiun. Keduanya mengenakan pakaian putih seperti halnya pakaian kerja pemerintahan Presiden RI  Joko Widodo.

Tampak ikut mendampingi pasangan tersebut, diantaranya Muhtarom Bupati Madiun yang tak lain Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Madiun, Nuryanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Anang Dwi Sujatno dan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Y. Ristu Nugroho. Serta jajaran elit DPD Partai Perindo selaku pendukung.

Dalam sambutannya, Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun Muhtarom mengatakan, semoga pasangan calon yang didaftarkan oleh koalisi PKB-PDIP mendapat berkah dari Allah SWT dan tentunya memenuhi syarat, serta menuai sebuah kemenangan dalam Pilkada 2018.

“Kemenangan Djos-To tidak lain demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun, dan kami berharap dalam Pilkada, kita tetap menggunakan etika berpolitik dan belajar demokrasi, tetap guyub rukun untuk Madiun yang aman, nyaman dan tentram,” ujar Mbah Tarom sapaan akrabnya disambut gegap gempita pendukung Djos-To.

Sementara, hasil pemeriksaan awal berkas pendaftaran,  KPU setempat menyatakan syarat dukungan untuk pencalonan pasangan Djos-To sudah sesuai ketentuan PKPU Nomor 3 Tahun 2017. Dimana sebagai partai pengusung PKB memiliki 13 kursi dan PDIP 8 kursi. “Total dukungan 21 kursi, sehingga syarat dukungan pencalonan sah sudah lengkap,” kata Ketua KPUD Kabupaten Madiun Wahyudi.

Dalam kesempatan itu, Djoko Setijono mengaku sangat bersyukur bahwa langkah awal untuk memenangkan Pilbup (pemilihan bupati) Madiun telah berjalan baik. Sebagai, pasangan calon yang diusung PKB, PDIP dan didukung Partai Parindo, dia berjanji akan melaksanakan amanah partai.

Selain itu, pasangan Djos-To akan melaksanakan sesuai UU dan peraturan Pilkada, serta siap untuk melaksanakan hal-hal apa yang dianjurkan oleh KPU. “Kami tentunya ingin menang, namun ingin menang secara sportif dengan tidak menang dengan cara yang tidak baik demi Madiun yang sudah kondusif ini. Mari jaga persaudaraan kita, sehingga masyarakat tidak terpecah belah dan siapapun yang menang adalah keputusan rakyat Madiun,” katanya.

Beberapa jam sebelumnya sekitar pukul 13.45 WIB, koalisi Partai Gerindra (4), PKS (3) dan PPP (2), juga resmi mendaftarkan pasangan Rio Wing-Sukiman ke KPU Kabupaten Madiun. Pasangan pengusaha muda dan mantan birokrat itu juga dinyatakan telah memenuhi syarat dukungan.

“Alhadumlillah hampir semua sudah terpenuhi, terima kasih kepada partai koalisi. Ini adalah wujud dari semangat dalam memenangkan Pilkada Serentak,” ujar Rio yang juga ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Madiun.

Melihat peta kursi parpol, praktis Pilkada Kabupaten Madiun 27 Juni nanti, dipastikan hanya diikuti tiga pasangan calon. Satu pasangan calon lainnya, Ahmada Dawami – Hari Wuryanto, diusung Partai Demokrat, Golkar, PKPI didukung Partai Hanura, yang mendaftar awal pembukaan pendaftaran, Senin (8/1).

Reporter: Juremi

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz