Jelang Pilbup 2018, Kemana Arah Rekom PDI-P?

Nganjuk, koranmemo.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) hingga detik ini masih enggan menyebut nama calon bupati yang akan diusung dalam Pilbup (pemilihan bupati) 2018 mendatang. Bahkan, pengurus DPC PDI-P Nganjuk masih enggan angkat bicara di tengah maraknya kabar yang menyebut Rekom partai pemegang 11 kursi legislatif DPRD setempat tersebut telah keluar.

Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik dan Propaganda DPC PDI-P Nganjuk, KRT Nurwadi Rekso Hadi Nagoro, saat dikonfirmasi terkait masalah ini memilih bungkam dan mengaku kurang tahu menahu soal urusan rekom. Menurutnya, urusan rekom itu merupakan kewenagan pusat, sehingga pihak DPC tidak mau ikut campur terlalu jauh.

“Kalau urusan rekom itu sudah menjadi kewenangan DPP (PDI-P). Mengenai kabar terkait rekom dari DPP yang sudah keluar, saya kurang tahu menahu,” jelasnya kepada Koranmemo.com, Senin (23/10).

Dikonfirmasi lebih jauh mengenai kemana arah rekom dari partai berlambang banteng mengerucut, politisi sapaan Nurdin ini mengaku untuk saat ini lebih berfokus pada pemanasan mesin partai. Dia menyampaikan jika selama ini DPC PDI-P Nganjuk selalu memenangkan peperangan (Pilkada-red) selama tiga kali berturut-turut, sehingga dia perlu berfokus meraih kemenangan partai untuk keempat kalinya.

“Ini kami sedang berperang dan posisi kami adalah mempertahankan prestasi yang sudah diperoleh. Mempertahankan itu jauh lebih sulit daripada saat pertama kali mencapainya, sehingga kami harus memperbanyak pertemanan, baik dengan internal parpol maupun parpol lain,” ujarnya.

Politisi yang juga menjadi ketua tim verifikasi Bacabup Nganjuk ini menyampaikan, merasa sangat optimis memperoleh kemenangan dalam Pilkada 2018 nanti. Terlebih, selama ini kader PDI-P banyak yang memiliki militansi tinggi. “Dengan sikap militansi tinggi yang dimiliki kader PDI-P, kami merasa sangat optimis untuk meraih kemenangan. Selain itu, semua kader juga harus memiliki fikiran yang positif supaya tidak terkotak-kotak dan harus tetap satu tujuan,” kata Nurdin.

Lebih jauh, untuk memperoleh semua harapan itu, Nurdin menekankan kepada semua pihak pendukung agar memiliki wawasan yang luas. Dengan begitu, untuk ke depan bisa tercapai Kabupaten Nganjuk yang berslogan “jaya bersama”.

“Jadi, jika semua pihak memiliki wawasan yang luas, ke depan sudah tidak Nganjuk jaya lagi, melainkan Nganjuk jaya bersama. Artinya, pemimpin hingga rakyat merasakan kesejahteraan. Dengan begitu tidak ada lagi masyarakat yang marah,” pungkasnya.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.