Jelang Pemeriksaan Satgas Mafia Bola, VW Dikabarkan Sakit

Sidoarjokoranmemo.com – Satgas anti Mafia Bola Mabes Polri berencana melakukan penyidikan terhadap narapidana Lapas Kelas 2A Sidoarjo, VW. Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum tersangka Vigit Waluyo, M. Sholeh angkat bicara. Ia menyebut jika kondisi kliennya saat ini tidak dalam kondisi sehat alias sakit.

“Tensi darah naik, jantung tidak stabil.  Wajahnya pucat psikologinya juga tidak stabil. Jika hal ini saya yang mengatakan tentu Apologi. Memang seharusnya pihak dokter yang berhak mengatakan,” ungkap Sholeh usai membesuk kliennya di Lapas Kelas 2A Sidoarjo, Rabu (23/1/2018).

Kendati dalam kondisi sakit, kliennya meminta agar tetap dirawat di dalam Lapas yang berada di kawasan Alun-alun Sidoarjo tersebut. Sholeh menyebut, berbagai pertimbangan sudah dipikirkan kliennya jika dirawat di luar diantaranya akan bertemu pihak media dan sebagainya

“Merasa bahwa tidak nyaman, nanti banyak temen media dan segala macam. Meminta untuk dirawat di dalam lapas,” sambungnya.

Sholeh menegaskan, sejauh ini belum ada pemeriksaan oleh Satgas Anti Mafia Bola Polri terhadap kliennya. “Terkait pemeriksaan oleh Satgas Mafia Bola, jika jadi, besok pemeriksaan yang pertama kalinya. Mau tidak mau klien kami harus siap,” bebernya.

Disinggung terkait materi apa saja yang akan disampaikan, pihaknya masih belum berani menyampaikan. “Pastinya kita tunggu saja hasil pemeriksaan Satgas besok seperti apa. Kalau saya bicara, itu mencuri start namanya,” terang Sholeh tersenyum.

Perlu diketahui, VW mendekam di penjara Sidoarjo terkait perkara korupsi di PDAM Sidoarjo. Adanya aliran dana dari PDAM Sidoarjo ke klub Deltras Sidoarjo saat VW mengelola klub kesayangan kota udang itu.

Dari data yang berhasil dihimpun, rencana pemeriksaan terhadap tersangka dugaan pemberian suap kepada anggota komite disiplin PSSI yang bernama Dwi Irianto alias Mbah Putih dilakukan pada hari Kamis, 24 Januari 2019 sekira pukul 11.00 WIB.

Belakangan ini santer dikabarkan jika VW disebut melakukan dugaan penyuapan uang sebesar Rp 115 juta tersebut dengan maksud meminta agar Dwi Irianto alias Mbah Putih untuk membantu dan mengawal PS Mojokerto Putra dan PSS Sleman lolos atau naik kasta ke Liga 1.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date