Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Telur Merangkak Naik

Blitar, koranmemo.com – Menjelang Natal dan tahun baru, harga telur ayam di pasar tradisional di Kabupaten Blitar mulai merangkak naik. Diperkirakan, kenaikan akan terus terjadi hingga awal Januari 2018 mendatang.

Berdasarkan hasil inpeksi mendadak (sidak)  yang dilakukan Satgas pangan Polres Blitar yang dipimpin langsung Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya SH SIk di salah satu suplaier telur terbesar di Kabupaten Blitar yakni PS Jatinom Indah, Kamis (14/12), harga telur ayam mencapai Rp 21 ribu – Rp 22 ribu per kilogram.

Padahal, sebelumnya harga telur ayam masih sebesar Rp 16 ribu per kilogram. ”Kenaikan harga telur ayam ini terjadi sejak beberapa minggu terakhir ini,” kata Nurhidayatulloh, Direktur Utama PS Jatinom Indah.

Dijelaskan, kenaikan harga telur ayam tersebut terjadi seiring makin dekatnya Natal dan tahun baru. Menurutnya, setiap tahun, harga telur ayam memang mengalami kenaikan saat menjelang dua perayaan tersebut. ”Biasanya kenaikan harga telur ayam ini akan terus terjadi sampai Tahun Baru nanti,” terangnya.

Dikatakan, kebanyakan kalau jelang natal dan tahun baru selalu banyak permintaan dari wilayah Indonesia Timur diantaranya Ambon, NTT, Timika. ” Permintaan terbanyak dari wilayah timur, karena jarak jauh maka harga juga merangkak naik, ” ungkapnya.

Kenaikan ini memang dirasakan oleh peternak besar maupun kecil namun kenaikan ini sebenarnya sama aja, karena sebelumnya harga memang turun hingga dikisaran Rp 16 ribu.

Kapolres Blitar yang ikut melakukan sidak menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk memonitoring harga telur.  ” Kita melakukan monitoring harga telur karena di wilayah Blitar merupakan sentral telur terbesar yang dalam skala nasional merupakan pendistribusi telur sebanyak 30 persen, maka kita memastikan stok dan harga terus stabil, ” jelasnya.

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.