Jelang Lebaran, Kue Kering Laris Manis

Malang, koranmemo.com – Mendekati Hari Raya Idul fitri, permintaan kue kering terus meningkat. Seperti di salah satu industri rumahan milik Sri Bawon Lestari di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang mengalami lonjakan pesanan kue kering berbagai jenis.

Sri  mengatakan, sejak dua minggu sebelum Ramadan tiba, beberapa pelanggan sudah telah memesan aneka kue untuk persiapan lebaran. Lebaran kali ini permintaan pesanan naik hingga 100 persen. Biasanya per bulannya hanya memproduksi sebanyak 20 toples besar kue kering atau sekitar 50 toples kecil kue dari pesanan warga sekitar.

Namun saat bulan Ramadan ini pesanan hingga mencapai 200 toples dan semakin mendekati lebaran akan terus bertambah. “Dibandingkan hari biasa, peningkatan bisa naik 100 persen bahkan lebih. Dua minggu sebelum Ramadan sudah ada yang pesan, dan Alhamdulillah 10 hari terakhir puasa ini makin ramai,” ujarnya.

Dia biasanya menjual berbagai jenis kue kering seperti nastar, kastengel, chocolate cookies, putri salju, kue kacang, dan larut keju. Kebanyakan pemesan lebih suka kue nastar. Kue tersebut salah satu favorit masyarakat saat lebaran maupun hari biasa.

Harganya pun juga bervariasi. Seperti kue larut keju yang dijual Rp 40 ribu per toples, chocolate cookies sekitar Rp 50 ribu per toples. Sedangkan nastar toples kecil dia bandrol dengan harga Rp 30 ribu, jika toples besar sekitar Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu. “Biasanya tergantung si pemesan mengambil pesanan kuenya sendiri di rumah atau saya yang mengantar ke rumah kustomer. Kalau ngantar biasanya nambah Rp 5 ribu,” paparnya.

Ada juga melayani pesanan kue dalam bentuk kilonan. Biasanya minimal memesan sekitar 2 kilogram hingga 5 kilogram. Mereka memesan jauh-jauh hari sebelum pesanan diambil. “Jika yang memesan kue secara kiloan mereka biasa membawa toples sendiri. Nanti diminta untuk dimasukkan toples sesuai yang dibawanya. Mereka memeasan jauh-jauh hari dan diambil sesuai tanggal jadinya,” ujarnya.

Biasanya, proses membuat kue dilakukannya sejak pagi hingga malam hari. Terkadang jika mendekati lebaran tiba bisa lembur sampai larut malam. Semua dia kerjakan sendiri di rumahnya tanpa dibantu orang lain. “Dulu ada anak saya yang membantu tetapi sekarang saya kerjakan sendiri. Jika pesanan membludag, sampai malam takbir tiba saya masih membuat pesanan kue,” ungkapnya.

Momen lebaran atau hari raya besar lainnya memang tidak disia-siakannya untuk meraup pendapatan lebih. Mengingat pada hari-hari biasanya pesanan kue kering sangat minim.

Reporter : Yudha Kriswanto

Editor : Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date