Jelang Imlek, Permintaan Dupa Meningkat

Share this :

Malang, koranmemo.com – Jelang Hari Raya Imlek yang jatuh pada hari Jumat (16/2) mendatang, produsen dupa (duparatus) di Desa Bedalisodo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang banjir pesanan. Permintaan dupa sebagai alat utama sembahyang bagi umat Konghucu, meningkat hingga lebih dari 50 persen, Rabu (7/2).

Aminah, salah seorang pengrajin dupa rumahan warga setempat mengatakan, permintaan dupa ke luar kota pada hari-hari biasa per minggunya paling banyak mencapai 13 ton. Jelang imlek tahun ini, permintaan sudah mengalami kenaikan hingga mencapai 50 persen lebih atau 30-an ton dupa per minggunya.

“Saat imlek mengalami kenaikan 50 persen. Permintaan tertinggi biasanya datang dari Bali, Kalimantan, Pematang Siantar, Surabaya dan Jakarta. Permintaan di beberapa kota tersebut cukup tinggi,” ungkapnya.

Selain kenaikan permintaan barang, jika menjelang imlek biasanya ada kenaikan harga juga. Kalau hari biasa harga di pasaran sekitar Rp 20 ribu per kilogramnya, namun saat ini ada kenaikan harga yakni Rp 25 ribu per kilogram. “Permintaan duparatus kuga meningkat, terutama dari luar kota,” ujarnya.

Dia menambahkan, meski kondisi cuaca kerap hujan dan tidak bersahabat, para produsen dupa tidak terlalu khawatir. Karena saat ini mempunyai alternatif lain untuk mengeringkan dupa. Sejumlah produsen sudah memiliki alat pengeringan dupa selain dijemur di terik matahari.

“Proses jemurnya butuh waktu kurang lebih 8 jam. Jika saat musim hujan seperti ini, bisa 2 hari sampai 3 hari. Saat ini cuaca tidak terlalu menjadi kendala, karena terbantu pengeringan dengan oven,” jelasnya.

Untuk produk dupa yang Aminah jual, ada berbagai macam. Tapi yang paling banyak permintaan untuk kali ini yakni dupa khusus impor yang berwarna merah dan natural tanpa warna.

Sementara untuk bahan-bahan yang dibutuhkan dalam produksi dupa miliknya juga tidak terlalu sulit dicari, seperti bambu dan serbuk kayu. “Kayu yang digunakan dapat dari kayu cendana, kamper, batok kelapa atau kayu lain yang sifatnya mudah terbakar,” ungkapnya.

Reporter : Yudha Kriswanto

Editor      : Muji Hartono

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz