Jelang Imlek, Begini Suasana di Klenteng Poo An Kiong Blitar 

Blitarkoranmemo.com – Jelang perayaan Imlek, keluarga besar Klenteng Poo An Kiong Blitar menggelar bersih-bersih patung dewa-dewi. Pembersihan patung dan semua peralatan klenteng ini dilakukan untuk menyambut hari besar imlek pada Selasa, 5 Februari 2019 besok.

Satu per satu patung dewa dewi  dibersihkan dengan kuas, untuk menghilangkan debu-debu yang menempel di patung. Selanjutnya patung-patung dicuci dengan air kembang dan dibilas dengan air bersih. Setelah dibersihkan patung dewa dewi ini kembali ditaruh pada tempatnya masing-masing.

Juru Kunci Klentang Poo An Kiong, A Kiu mengatakan, prosesi membersihkan patung dewa dewi  ini rutin dilakukan setiap menjelang Imlek. Namun waktu pembersihan patung ini  tak sembarangan. Pihak Klenteng hanya memiliki waktu beberapa hari jelang Imlek untuk membersihkan patung. Saat itulah patung dalam keadaan kosong, karena dewa dewi sedang kembali ke Kayangan.

 “Ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut Imlek dimulai dengan berdoa di Klenteng dan selanjutnya hari ini membersihkan patung-patung Dewa,” terang A Kiu,Minggu (03/01).

Ditambahkan, di tahun Baru Imlek besok, pihaknya berharap, agar negara  Aman, selalu diberi keberkahan dan keselamatan. “Sekarang kan tahun politik, jadi kami berharap, agar tidak ada perpecahan di antara warga, meski sekarang merupakan tahun politik yang rawan terjadinya gesekan antar pendukung Capres-Cawapres,” ujarnya.

  Sementara itu Rohaniawati Klentheng Poo An Kiong, Endang Titis Bodro Triwarsi mengatakan, pembersihan klenteng tersebut wajib dilaksanakan saat menjelang pelaksanaan perayaan Imlek. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami membersihkan seluruh tempat dan patung dewa yang ada di klenteng ini. Hal itu agar perayaan Imlek nanti berjalan lancar,” ujar Endang

Pembersihan patung Dewa ini, memiliki nilai dan makna yang sangat dalam bagi wargaTionghoa dalam menyambut Imlek. “Tahun baru nanti harus menjadi prirbadi baru yang lebih baik. Maka menjelang  imlek ini ada ritual pembersihan patung Dewa, tempat ibadah, rumah-rumah dan tentunya pribadi manusia itu sendiri yang harus dibersihkan,” katanya.

Patung-patung dewa tersebut dibersihkan dalam tiga tahap. Yang pertama patung dibersihkan dari debu dengan menggunakan kuas. Selanjutnya patung dimandikan dengan air bunga dan terakhir dimandikan lagi dengan air the.

Tak hanya dibersihkan saja, pasca dibersihkan dan dimandikan beberapa patung juga nampak ada yang diberikan pakaian kebesaran sehingga menampakkan kegagahanya.  “Air teh ini berguna untuk menjaga patung-patung itu agar awet dan tidak cepat rusak, diantaranya menjaga teksturnya,” pungkasnya.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date