Jasad Balita Mengapung di Sungai Gegerkan Warga

Nganjuk, koranmemo.com – Sesosok jasad balita ditemukan mengambang di sungai sekunder utara jembatan Pasar Desa Watudandang Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (28/12/2018) sekitar pukul 07.00 WIB. Sontak penemuan jasad bayi bawah lima tahun (balita) ini menggegerkan warga sekitar.

Belakangan diketahui jika itu jasad Ahmad Azim Sadikin (1,5), anak pasangan suami istri (pasutri) Mohammad Sulthonuddin dan Siti Masrurin, warga RT 04/RW 11 Desa Tanjungtani  Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk, yang dikabarkan hilang pagi tadi.

Jasad korban kali pertama diketahui oleh Sumiati AP (46) warga RT 02/RW 12 Dusun/Desa Watudandang Kecamatan Prambon. Waktu itu dia berangkat kerja dan melewati jembatan kecil di 100 meter arah selatan  jembatan pasar desa setempat. Saat menyeberang, dia melihat sesosok mayat anak kecil yang mengapung di permukaan air sungai.

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu terlihat mengenakan kaos warna kuning bertuliskan SHARK dan celana pendek warna krem tersebut hanyut di sungai. Mengetahui hal itu, Sumiati langsung berlari meminta bantuan Moh. Dardiri (48) anggota TNI warga setempat.

Selanjutnya, Moh. Dardiri diibatu Subariaman (46) mencari keberadaan jasad bayi tersebut yang hanyut dari arah selatan ke arah utara mengikuti aliran sungai. Setelah ditelusuri, akhirnya korban dapat ditemukan jarak 150 meter di tangga sungai utara jembatan pasar. Penemuan jasad bayi ini kemudian dilaporkan ke Polsek Prambon.

Mendapatkan laporan, petugas Polsek Prambon bersama Tim Inafis Polres Nganjuk dan petugas medis langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya jasad korban dibawa ke Puskesmas Prambon.

“Setelah dilakukan pencarian keluarganya, ternyata korban anak pasutri Mohammad Sulthonuddin dan Siti Masrurin, warga RT 04/RW 11 Desa Tanjungtani  Kecamatan Prambon,” kata AKP Moh. Sudarman Kasubbag Humas Polres Nganjuk saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil visum, lanjut Sudarman, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sementara pihak keluarga bisa menerima atas kejadian anaknya yang tenggelam tersebut menolak dilakukan pemeriksaan dalam atau otopsi. “Keluarga korban membuat surat pernyataan terkait kejadian tersebut, akhirnya jasad kita serahkan untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Reporter : Muji Hartono

Follow Untuk Berita Up to Date