Jasa Penukaran Uang di Pinggir Jalan Menjamur

Malang, koranmemo.com – Jelang lebaran, jasa penukaran uang mulai menjamur  di sepanjang Jalan Trunojoyo dan Jalan Kahuripan, Kota Malang. Dari pantauan koranmemo.com, kebanyakan mereka menggunakan kendaraan roda dua yang diparkir di tepi jalan, dengan pecahan uang mulai Rp 2.000 hingga Rp 20.000 ditata per bendel di atas sebuah papan yang diletakkan di atas motor.

Lusiana, salah satu pemilik jasa penukaran uang baru mengatakan, dia menekuni  usaha jasa penukaran uang di tepi jalan ini sudah sekitar 6 tahun lebih. Dia mulai menggelar lapaknya tersebut sejak pukul 11.00 WIB hingga sore hari. “Hanya saat musim seperti ini saja. Sudah sekitar seminggu yang lalu menggelar lapak disini, biasanya sampai malam takbiran,” katanya.

Setiap penukaran Rp 100 ribu, dia meminta jasa Rp 10 ribu atau 10 persen dari nilai penukaran. Begitu pun jika menukar dengan nilai di bawah Rp 100 ribu, berpatokan dengan angka 10 persen. Sehari-harinya, dia bisa mendapatkan keuntungan lebih dari Rp 100 ribu. “Biasanya setiap penukaran uang baru, satu bundel saya patok sekitar 10 ribu hingga 20 ribu keuntungan saya,” ujarnya.

Dia mengaku, untuk modal awal ini dia meminjam dari saudaranya dengan modal Rp 30 juta.  Angka tersebu menurun dari tahun-tahun sebelumnya yang modalnya bisa mencapai hingga Rp 50 juta.  “Lagi sepi ini,” katanya.

Kendati demikian, dia tidak perlu khawatir merugi lantaran jika tidak habia kan uang dikembalikan dengan berbentuk uang juga dengan nominal sama. “Bisnis ini tidak bisa rugi, kalau tidak laku tertukar ya tinggal dikembalikan saja,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk saat ini, yang menukarnya masih belum banyak. Orang yang menukarkan uangnya akan semakin banyak sepuluh hari sebelum lebaran. “Kalau hari-hari seperti ini masih belum terlalu terlihat peningkatannya. Kalau sepuluh hari sebelum Idul Fitri baru kelihatan peningkatannya,” pungkasnya.

Reporter : Yudha Kriswanto

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date