Jantung Kota Tak Terawat

Pasca Adipura

Pacitan, Memo – Belum lama dinobatkan sebagai kota adipura, pemandangan tidak mengenakkan terlihat di sepanjang trotoar dan jalan di seputar alun-alun Kabupaten Pacitan. Banyak sekali sampah dedaunan berserakan memenuh kawasan pusat kota tersebut. Hal ini sangat mengganggu kenyamanan pengunjung yang sedang beristirahat di sekitar alun-alun.

Sampah dedaunan berserakan di trotoar dan jalan di alun-alun Kabupaten Pacitan (frendi/memo)
Sampah dedaunan berserakan di trotoar dan jalan di alun-alun Kabupaten Pacitan (frendi/memo)

Seperti yang diungkapkan oleh Yuni (25) warga asal Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan. Dia merasa kurang nyaman melihat dedaunan yang berserakan.Dia jadi kurang berselera ketika menikmati makanan atau minuman di warung sekitar alun-alun, sebab disekeliling tempat ia makan,sampah dedaunan nampak berserakan.“Saya sangat prihatin melihat keadaan kota yang kotor ini, sampah dedaunan ini sangat mengganggu pandangan,” ujarnya.

Menurutnya, seharusnya dinas terkait segera menindaklanjuti keadaan tersebut dengan menurunkan petugas kebersihan untuk membersihkan sampah ini secara berkala tidak hanya pagi dan sore hari saja.“Setahu saya, dulu ketika menjelang penilaian adipura petugas kebersihan secara rutin pagi, siang, dan sore dikerahkan untuk membersihkan sampah di seluruh area Kabupaten Pacitan,” pungkasnya. (c10)

 

Follow Untuk Berita Up to Date