Jangan Dibuang, Limbah Kulit Pisang Bisa Jadi Pakan Ayam Broiler

Oleh : Sandy Purnomo Hadi

Mahasiswa Jurusan Peternakan – FPP

Universitas Muhammadiyah Malang

Peternakan di Indonesia terus berkembang setiap tahunnya karena bertujuan untuk mencukupi jumlah kebutuhan pasar. Perkembangan itu dinilai seimbang karena jumlah yang dikeluarkan sama dengan jumlah yang dibutuhkan. Daging ayam merupakan salah satu sumber bahan pangan hewani yang mengandung gizi yang cukup tinggi berupa protein dan energi. Permintaan terhadap daging cenderung meningkat. Hal ini diperkirakan terus mengalami peningkatan dan berlanjut di masa depan. Faktor yang turut mendorong peningkatan permintaan daging ayam yaitu karena terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat dari bahan pangan sumber protein nabati ke bahan pangan sumber protein hewani. Ayam pedaging merupakan salah satu sumber protein hewani yang murah, dibanding dengan daging yang lain. Keunggulan ayam pedaging adalah pertumbuhannya yang sangat cepat, sehingga dapat dijual sebelum usia 5 minggu, dengan bobot rata-rata 1,5 kg. Keberhasilan pertumbuhan ayam pedaging sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan ayam pedaging yang baik. Biasanya para peternak mencampur pakan dengan suplemen untuk menambah bobot ayam tetapi penggunakan suplemen dalam jangka waktu yang panjang tidak baik untuk kesehatan masyrakat karena mengandung bahan – bahan kimia. Oleh karena itu, Para peternak mulai membuat inovasi baru yaitu memanfaatkan kulit pisang. Pisang di Indonesia cukup banyak yaitu mencapai 7,16 juta ton pada tahun 2018. Pisang sebagian besar dikonsumsi didalam negeri.

Produksi pisang diIndonesia sebagian diekspor, sedangkan yang tidak diekspor biasanya dikonsumsi dalam negeri. Pisang tertentu dapat dikonsumsi setelah masak dan ada juga pisang tertentu yang dikonsumsi setelah direbus atau digoreng. Ada beberapa daerah yang membuat usaha home industri keripik pisang dan selai pisang seperti di Bogor (Jaws Barat) dan Lampung (Sumatera Selatan) . Dengan adanya usaha tersebut, maka kulit pisang setiap saat akan merupakan limbah atau sampah bagi lingkungan sekitarnya yang dapat mengganggu ekosistem daerah tersebut . Dari sekian banyak pisang yang tersedia, mau tidak mau akan timbul permasalahan limbah pisang. Limbah ini akan semakin bertumpuk di tempat pemeraman gudang pisang dan di sekitar rumah pengelola selai dan keripik pisang/home industri. Akibat dari tidak terurusnya limbah pisang dapat menimbulkan bau yang menyengat dan penumpukkan limbah di bantaran kali yang berpotensi dapat menyebabkan banjir dan terjangkitnya penyakit.

Pada dasarya kulit pisang merupakan jenis limbah yang cepat membusuk karena banyak mengandung banyak air di dalamnya. Pada dasarnya kulit pisang merupakan jenis limbah yang cepat membusuk karena banyak mengandung banyak air di dalamnya. Untuk menjaga kelestarian lingkungan perlu diberikan suatu informasi tentang bagaimana cara memanfaatkan limbah kulit pisang dan diharapkan dapat berdampak positif terhadap daerah tersebut terutama dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Pengertian limbah disini adalah bagian dari tanaman di atas tanah, pucuknya yang tersisa setelah dipanen, sisa hasil panen. Limbah kulit pisang segar dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak khususnya.Untuk mengurangi pelmasalahan limbah pisang ada beberapa cara yang yang dapat dilakukan,yaitu dengan cara membuat tempat penampungan sampah pisang, mengolah limbah pisang supaya dapat digunakan sebagai salah satu campuran bahan baku pakan ternak atau sebagai pupuk tanaman. Pada dasamya limbah kulit pisang adalah yang lunak dan mudah busuk, berbeda dengan limbah plastik/limbah industri lainnya. Untuk memudahkan dalam hal pengolahan limbah pisang ini, maka limbah harus dipisahkan antara limbah yang mudah busuk dan yang sulitbusuk. Limbah yang mudah busuk seperti kulit pisang, buah pisang dan rontokan pisang yang busuk. Sedangkan limbah pisang yang sulit busuk seperti tangkai pisang dan daun pisang pembungkus. Karena itulah dalam pengolahannya memerlukan teknik yang berbeda dengan pengolahan limbah kering lainnya. Nantinya kulit pisang akan dikeringkan dan akan di buat tepung untuk pakan ayam yang akan di campurkan pada pakanya.

Dalam indsutri pertenakan, pakan merupakan hal yang paling vital dan dibutuhkan. Sebagai Negara agraris Indonesia tentu memiliki potensi dalam memanfaatakn sumber daya alamnya dalam berbagai sektor, seperti perdagangan dan perternakan. Dalam sektor perdagangan misalnya pemanfaatan buah untuk salad atau jenis kue. Sedangkan dalam sektor perternakan bisa dijumpai seperti pemanfaatan limbah yang digunakan sebagai pakan ternak. Salah satunya adalah pemanfaatan kulit pisang untuk pakan ayam dengan memanfaatkan metode konvesional fermentasi dengan memanfaatkan bakteri Aspergilus wenter. Walaupun bahan pembuatan ternak terbuat dari limbah, dan salah satu contoh yang diambil adalah pisang, masih tetap memiliki kandungan gizi yang tinggi. dalam kulit pisang sendiri mengandung hampir 1/3 bagian pisang yang belum dikupas diantaranya yaitu air sebanyak 68,90%, lemak 2,11%, karbohidrat 18,50%, protein 0,32 %, kalsium 715mg/100 gram, fosfor 117 mg100 gram, zat besi 0,6 mg/100 gram, vitamin B 0,12 mg/100 gram dan C 17,5 mg/100 gram. Dari sekian banyak kandungan yang terdapat dlaam kulit pisang, komposisi air, lemak, karbohidrat merupakan yang paling penting dalam pembuatannya. Karbohidrat merupakan bahan pakan yang penting sebagai sumber energy, fungsi utama karbohidrat dalam ransum ayam adalah untuk memenuhi kebutuhan energi dan panas bagi semua proses-proses tubuh. Ayam umumnya aktif dalam pergerakannya sehingga membutuhkan energi secara terus menerus.

Dari berbagai macam penelitian yang telah dilakukan dijelaskan bahwa tepung kulit pisang tidak hanya dijadikan sebagai bahan pakan pengganti untuk ternak, tetapi sebagai bahan pakan pelengkap yang dapat melengkapi nutrisi yang belum ada pada pakan utama. Pemberian kulit pisang dapat dicampur dengan pakan utama, tetapi batas pemberiannya hanya 30%-50% dari total ransum yang diberikan. Dijelaskan pula dampak dari pemberian ransum dengan bahan campuran tepung kulit pisang pada ternak unggas, khususnya ayam broiler, dapat menurunkan konsumsi ransum, bobot badan, berat karkas, namun meningkatkan konversi ransum. Pakan buatan yang mengandung tepung kulit pisang tidak mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah, dapat menurunkan kadar kolesterol daging, meningkatkan kadar kolesterol hati dan feses.

Follow Untuk Berita Up to Date