Jangan Ada Perpecahan, NKRI Harga Mati

Kediri, koranmemo.com –  Suasana Stadion Brawijaya Kota Kediri tampak berbeda, Rabu (29/11) pagi kemarin. Ribuan masyarakat dari seluruh element mulai dari Polri, TNI, ormas, tokoh agama, pelajar dan masyarakat umum memadati tribun penonton Stadion Brawijaya. Mereka sedang menggelar Apel Nusantara Bersatu dengan tema Nusantara Bersatu Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama, Bhinneka Tunggal Ika.

Tampak hadir dalam apel tersebut diantaranya Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibah, Dandim 0809 Kediri Letkol Infanteri Purnomo Sidi, Kapolres Kediri Kota AKBP Wibowo. Selain itu juga hadir Ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon, DPP PKNU KH Anwar Iskandar dan tokoh masyarakat lainnya.

Tampak pula dalam apel Nusantara Bersatu tersebut puluhan warga yang menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Hal itu menunjukkan tentang keberagaman yang ada di Indonesia namun tetap menjunjung tinggi rasa persatuan Negara Indonesia.

Dalam apel tersebut diungkapkan beberapa orasi dari beberapa perwakilan pemuda di Kediri dan perwakilan organisasi masyarakat. Dalam orasi tersebut mereka menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh hal-hal yang bisa membuat NKRI terpecah.

Mewakili ulama di Kediri, KH Anwar Iskandar  menyatakan, acara istighosah 212 adalah murni berdoa, bahwa itu bukan makar. Hal itu sesuai kabar yang diterima  Forum Pembela Fatwa MUI. Dimana Kapolri, Panglima TNI juga telah menyepakati digelarnya kegiatan tersebut.

“Bentuknya adalah berdoa demi keselematan negara. Itu sesuai dengan yang kami terima. Kalau ada penyusup di luar konteks itu kita serahkan pada aparat kepolisian dan TNI untuk menindaknya,” tegas KH Anwar Iskandar

KH Anwar Iskandar menegaskan, semua warga negara Indonesia  punya kewajiban menjaga negara. Pasalnya Indonesia memiliki sumber daya alam yang banyak diminti asing. Sehingga dibutuhkan kesatuan untuk menjaga kekayaan yang dimiliki.

“Kita jujur saja fahami, upaya untuk sumber daya alam indonesia seksi sekali. Dari barat dan timur ingin mengusasi negara kita itu ada. Oleh karena itu jangan  ada perpecahan diantara kita sehingga membuat kita lemah,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Cabang GP Ansor Kabupaten Kediri , Munasir Huda dalam keterangannya negara ini telah banyak disusupi organisasi yang anti Pancasila. Oleh karena pemerintah dan aparat harus segera bertindak untuk memembubarkannnya.

“Banyak kepentingan ekonomi yang mengadu domba agar kita terpecah belah salah satunya lewat organisasi masa . Organisasi yang tidak mengakui pancasila mulai hari ini harus dibubarkan. Secapatnya menseleksi ormas yang tidak mengakui pancasila harus dibubarkan dari NKRI,” pungkasnya. (ram)

 

Follow Untuk Berita Up to Date