Jalan Protokol Rusak Parah

Mojokerto, koranmemo.com – Proyek saluran dan trotoar Jalan Gajah Mada dan Pahlawan (Gamapala) berdampak cukup serius di kedua jalur protokol Kota Mojokerto. Sejumlah ruas jalan rusak sehingga dikeluhkan warga. Selain membuat tak nyaman, puluhan lubang menganga akibat aktivitas alat berat juga membahayakan pengguna jalan.

Seperti yang dikatakan Dimas Eka Aditya (26), salah seorang pengguna jalan asli Kota Mojokerto. Menurut dia, kerusakan jalan tersebar mulai dari simpang empat Puri hingga bawah jembatan Gajah Mada. Kondisi ini membuat karyawan bank asal Kelurahan Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon itu tak nyaman. Pasalnya, kedua jalan protokol itu setiap hari dia lalui untuk survei ke calon nasabah. Dia berharap Pemkot Mojokerto segera melakukan perbaikan. “Kerusakan ini terjadi akibat pekerjaan trotoar dan saluran di sepanjang Jalan Gajah Mada dan Pahlawan. Pembongkaran saluran dengan alat berat membuat banyak lubang di jalan,” kata Dimas kepada wartawan, Jumat (20/1).

Pantauan di lapangan, kerusakan paling parah terjadi di Jalan Pahlawan. Puluhan lubang dengan luas bervariasi akibat aspal yang mengelupas tersebar di sepanjang jalur protokol tersebut. Bahkan selepas simpang empat makam pahlawan, jalan berlubang dengan kedalaman 10-15 sentimeter. Sementara kerusakan di Jalan Gajah Mada akibat pengerukan gorong-gorong yang memotong jalan.

Kerusakan yang terjadi di Jalan Pahlawan dan Gajah Mada juga menuai sorotan kalangan dewan. Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Aris Satriyo Budi menilai, Dinas Pekerjaan Umum salah perhitungan sehingga masuknya alat berat ke jalur protokol justru merusak kedua jalan tersebut. “Dampak pekerjaan trotoar dan saluran karena alat berat membuat jalan rusak. Sering ada korban karena jatuh terkena jalan berlubang,” ungkapnya.

Masih menurut Aris, Pemkot Mojokerto memang sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Jalan Pahlawan dan Gajah Mada. Namun, melihat kerusakan yang cukup parah, dia mendesak agar perbaikan dibebankan kepada pelaksana proyek saluran dan trotoar Gamapala. “Jatuhnya korban membuat kerusakan itu harus segera diperbaiki tanpa menunggu anggaran tahun 2017. Saya menyarankan ke Dinas PU agar pelaksana bertanggungjawab melakukan perbaikan,” tandasnya.

Seperti diketahui, proyek Gamapala dikerjakan oleh dua rekanan berbeda. Proyek di Jalan Pahlawan senilai Rp 27,44 miliar dikerjakan PT Ardi Tekindo Perkasa, sedangkan Jalan Gajah Mada senilai Rp 23,55 miliar dimenangkan PT Gunadharma Anugerahjaya. Pengerjaan proyek yang seharusnya dimulai Agustus 2016, molor hingga awal Oktober tahun lalu. Itu akibat adanya lelang ulang lantaran pemenang lelang sebelumnya dinyatakan tak memenuhi syarat. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date