Jalan Kaki 3,5 KM Untuk Cari Air Bersih

Jombang, Koran Memo – Warga Dusun Wonorejo Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng sudah dua bulan mengalami kesulitan air bersih. Hal ini disebabkan oleh kekeringan yang mulai melanda Kabupaten Jombang. Warga harus berjalan kaki sejauh 3,5 kilometer untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Tak jarang warga juga harus membeli air bersih dari desa tetangga dengan harga Rp 5.000 untuk satu jeriken air kapasitas 30 liter air bersih.

warga sedang antri droping air bersih (agung/memo)
warga sedang antri droping air bersih (agung/memo)

“Kadang warga juga harus beli dari desa tetangga. Itupun hanya untuk wudhu dan minum. Sedangkan untuk mandi dan cuci baju biasanya kita ke belik (Kubangan Kecil, red) yang airnya juga mulai habis,” ujar Siti Musriah, warga Dusun Wonorejo, Senin (22/6).

Musriah menambahkan, kekeringan yang terjadi di desanya sudah bertahun-tahun terjadi namun belum ada solusi pasti dari pemerintah setempat. Pihaknya berharap agar persoalan ini segera dituntaskan karena musim kemarau sudah datang.

“Ini saja baru dua bulan tidak ada hujan warga sudah kesulitan air bersih. Apalagi kabarnya musim kemarau yang terjadi kali ini lebih panjang. Ada saluaran air PDAM namun sampai saat ini tidak berfungsi padahal warga sudah keluar biaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Stepanus Maria Edward, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mengatakan di Kabupaten Jombang ada beberapa kecamatan yang menjadi langganan kekeringan. Beberapa kecamatan itu antara lain Kecamatan Bareng, Ngusikan, Kabuh, serta Kecamatan Plandaan.

“Berdasarkan pengalaman tahun lalu ada beberapa kecamatan yang menjadi pemetaan daerah kekeringan, yakni Kecamatan Ngusikan ada 3 desa, Kecamatan Kabuh ada 2 desa, serta di Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Bareng ada dua desa,”kata Stephanus, dikonfirmasi saat melakukan droping air di DusunWonorejo, Senin (22/6).

Masih kata Stephanus, untuk wilayah Dusun Wonorejo sudah dua kali dilakukan droping air. ”Sampai saat ini sudah dua kali kita droping air bersih di Dusun Wonorejo Desa Ngrimbi Kecamatan bareng. Dengan total air bersih yakni 12.000 liter,” pungkas Stephanus.

Untuk diketahui, Di Dusun Wonorejo sendiri terdapat 44 Kepala Keluarga yang mendiami wilayah tersebut. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Wonosalam ini setiap tahun langganan mengalami kekeringan, sehingga warga sangat bergantung dengan bantuan air bersih. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date