Jaga Tradisi Adat dengan Sedekah Bumi

Nganjuk, koranmemo.com – Sedekah Bumi di Sendang Tirto (Gunung Jalu) merupakan budaya turun temurun masyarakat Desa Lengkonglor Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk.  Tradisi tersebut digelar masyarakat setempat pada Kamis (26/4), saat pelaksanaan TMMD 101 Nganjuk masih berlangsung.

Selamatan Sedekah Bumi ini dilaksanakan di tiga tempat yakni, Sedang Tirto Kulon, Sendang Tirto Etan dan di rumah kepala desa. Puncaknya akan dilaksanakan di Punden Gunung Jalu, pada Jumat (27/4) besuk.

Untuk itu, seluruh anggota Satgas TMMD Kodim 0810/Nganjuk berkumpul saat digelar  tradisi leluhur tersebut oleh warga Dusun Lengkonglor.

Mbah Jaito Juru Kunci Gunung Jalu mengatakan, syukuran sedekah bumi selain sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, juga merupakan upaya mempertahankan sifat gotong royong masyarakat. “Kebetulan dengan momen TMMD ini bisa didorong kebersaman yang selama ini sudah ada di masyarakat,” paparnya.

Sementara Sumaji. S.sos Kepala Desa Lengkonglor,  mengatakan, rangkaian kegiatan sedekah bumi atau bersih desa ini pertama dilaksanakan pembersihan area pemakaman dan jalan-jalan kampung, pembersihan sendang sebagai sumber mata air, pengajian umum yang dihadiri Gus Gendeng Kediri, tayuban, dan puncaknya akan dilaksanakan besok (jumat) di Punden Gunung Jalu.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan warga Desa Lengkonglor tidak berani meninggalkan tradisi Sedekah Bumi ini. Karena dianggap sangat sakral menghormati leluhur dan menjaga budaya adat yang dimiliki Indonesia.

“Salah satunya, kami selaku kepala desa di sini berharap dengan adanya adat dan budaya ini bisa dikenal di luar Nganjuk. Karena pada hari-hari tertentu banyak yang datang di Pundan Gunung Jalu untuk berziarah,” ungkapnya.

Sementara, anggota Satgas Danton SSK Satgas TMMD Reg. Ke-101,  Letda Inf Nurhadi yang ikut hadir di acara syukuran mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

“Sedekah bumi merupakan budaya lokal,  yang bisa juga sebagai wahana pemersatu masyarakat yang berjiwa gotong royong tinggi. Apalagi saat ini  ada TMMD, sehingga bisa memberikan rasa syukur bahwa dusunnya dibangun melalui TMMD,” katanya.

Dia menambahkan, acara syukuran sedekah bumi yang ada hampir di seluruh desa se-Kecamatan Ngluyu perlu dilestarikan. “Karena budaya itu  merupakan muatan lokal kekayaan khasanah budaya kita,” tandasnya.

Reporter : Andik Sukaca

Editor      : Muji Hartono

Follow Untuk Berita Up to Date